Tanjung Aan

Lombok (Hari ke-1)

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga, yaitu liburan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Satu hari sebelum keberangkatan, mulai packing dan cek kembali barang-barang yang akan dibawa. Satu lagi, tiba-tiba jadi sulit tidur karena jam penerbangan yang saya pilih yaitu pagi sekitar pukul 06.00. Sehingga saya harus berangkat dari rumah menuju bandara sekitar pukul 03.30 pagi. Takut kesiangan saja rasanya besok.

Tepat pukul 03.30 pagi saya menuju bandara, dan berkumpul dengan teman saya  yang lain disana. Tapi ternyata salah satu teman saya tidak ada kabar, ketika kita akan boarding ada telepon masuk dari teman saya tersebut dan berkata “Saya kesiangan bangun”. Kita sudah pasrah dan mencari solusi untuk dia menyusul saja, tapi ternyata harga tiket sudah semakin mahal dan dia memilih untuk tidak pergi. Hari pertama kita sudah penuh drama. hehe

Tepat pukul 06.00, kita take off menuju Lombok. Senang dan juga ngantuk rasanya di pesawat, tapi saya paling tidak bisa tidur di pesawat. Sepanjang perjalanan di udara, banyak pemandangan cantik deretan pegunungan dari pulau jawa, bali, sampai lombok. Kebetulan cuaca pada pagi itu cerah berawan, jadi cantik sekali pemandangannya.

awan

BlueSky

gunug

Deretan Pegunungan dari Atas Awan

Dan akhirnya tibalah saya di Bandara International Lombok Praya. Setiabanya di bandara, saya di jemput oleh driver yang sudah kita hubungan beberapa hari sebelum berangkat ke Lombok. Ini driver katanya langganannya sepupu saya, jadi dia sudah hafal sekali tentang Lombok karena drivernya memang asli orang Lombok. Sambil menunggu drivernya ambil mobil, kita foto-foto dulu di depan bandara. hehe

Bandara

Bandara International Lombok

Perjalanan kita lanjutkan sesuai dengan itinerary yang telah dibuat, tapi kita mampir dulu ke Desa Sade dimana Suku Sasak tinggal. Ketika sampai di Desa Sade ini, kita akan langsung disambut oleh tour guide yang merupakan asli warga suku Sasak. Guide ini akan menjelaskan mengenai adat istiadat, mengajak keliling Desa Sade. Di desa ini banyak keunikan-keunikan yang bisa kita temukan. Contohnya saja mengenai bangunan rumah, dan fungsinya. Di setiap rumah, orang tua harus tidur di ruangan paling depan dekat pintu masuk, sedangkan anak gadisnya tidur di dapur dekat kamar bersalin. Jadi di setiap rumah itu, ada kamar bersalin khusus dimana wanita yang tinggal dirumah itu akan melahirkan ditempat tersebut. Mereka juga membersihkan lantainya dengan menggunakan kotoran kerbau.

sade

Selamat Datang di Desa Sade

Setelah dijelaskan beberapa hal, ada yang paling menarik buat kita-kita yaitu anak gadis di desa ini jika akan menikah harus di culik oleh pria yang akan menikahinya. Jadi waspadalah untuk para gadis, siap-siap di culik oleh pria. hehe itulah sebabnya kenapa para gadis harus tidur di dekat dapur, karena agar tidak mudah di culik oleh para pria. Karena jika akan menculik mereka, para pria harus melewati kamar orang tuanya si gadis. Di sana juga kita diajarkan untuk membuat kain tenun sambil memakai pakaian adat mereka. hihi susah-susah gampang buat kain tenun, dan mereka membuat kain tenun dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, hanya istirahat saat makan saja. Kebayangkan gimana capeknya, dan dalam satu hari mereka hanya selesai satu jengkal saja. Pantas saja kain tenun mahal, jadi jangan protes kalau kain tenun mahal ya.

16

Belajar Menenun

Pakaian Adat Suku Sasak

Pakaian Adat Suku Sasak

Selesai berkeliling, saya membeli beberapa kain tenun dan gelang untuk oleh-oleh. Disini jangan ragu untuk menawar ya, mereka senang kalau kita menawar harga yang mereka berikan. Jangan lupa juga memberikan tips pada tour guidenya, karena mereka tidak memasang tarif, kata tour guidenya seikhlasnya saja. hehe

memintal benang

Memintal Benang

Kain Tenun

Deretan Kain Tenun untuk di jual

Perjalanan kita lanjutkan menuju Pantai Kuta, pantainya sepi banget tidak banyak pengunjung atau mungkin karena bukan hari libur, jadinya sepi. Hanya terlihat beberapa turis asing yang sedang berjemur, selebihnya para pedagang souvenir. Kata driver saya, jangan membeli souvenir apapun disini, karena jika kita beli di satu pedagang, maka pedagang lainnya akan memaksa kita untuk membeli juga.

Kuta Lombok

Kuta Lombok

Tidak banyak aktivitas yang dapat kita lakukan disini, hanya bermain di pinggir pantai, bermain selancar kalau bisa, dan berjemur. hehe jadi kita lanjutkan saja perjalanan menuju tanjung aan.

Tanjung Aan

Tanjung Aan

Di tanjung aan ini, kita bisa menyebrang ke sebuah pulau dan melakukan aktivitas snorkeling nama tempatnya bukit merese. Sayangnya waktu kita yang terbatas, jadi kita tidak menyebrang ke pulau tersebut. Kita hanya foto-foto sebentar, dan melanjutkan perjalanan menuju air terjun yang terdekat dengan tracking yang juga tidak terlalu sulit, pilihan kita yaitu Air Terjun Benang Stokel dan Air Terjun Benang Kelambu.

Air Terjun Benang Kelambu

Air Terjun Benang Kelambu

Untuk menuju air terjun ini, sangatlah mudah. Di pintu masuk, kita tinggal bilang mau ke air terjun mana saja dan akan menggunakan jasa ojek atau tracking jalan kaki. Nanti si penjaga pintu masuknya, akan mengenakan tarif sesuai dengan pilihan kita. Kebetulan saya memilih 2 air terjun saja dan menggunakan ojek, ojek ini sudah plus tour guide juga y. Karena sudah terlalu sore, kita pilih yang cepat dan mudah. hehe

Mandi di Air Terjun

Keramas di Air Terjun

Selain mandi di air terjun, kita bisa juga berenang di kolam renang semacam infinity pool dengan view hutan. Keren juga deh ini.

Infinity Pool

Infinity Pool view Jungle

Selanjutnya kita menuju ke air terjun yang satunya lagi, Air Terjun Benang Stokel. Air terjun ini tidak jauh dari pintu masuk, cukup berjalan beberapa meter dan kita bisa bertemu dengan monyet-monyet liar yang bergelantungan di pohon.

Air Terjun Benang Stokel

Air Terjun Benang Stokel

Kalau menurut saya sih, air terjunnya biasa banget ya karena air terjun di sukabumi lebih bagus-bagus. hehe disini juga kita tidak lama, karena ada yang sudah lapar belum makan siang. Jadi kita segera pulang dan mencari tempat makan, menu makan siang dan makan malam hari ini adalah ayam bakar taliwang di resto lesehan taliwang nada. Resto nya bersih banget, toiletnya juga, jadi saya sekalian bersih-bersih mandi. hehe

Saya memesan ayam bakar taliwang dan plecing kangkung, beberok terong, dan tahu goreng. Ini menunya enak-enak deh, saya suka tahu gorengnya lembut banget dan ayam nya pedas. Kalau suka pedas pasti suka masakan lombok deh. Enak banget, sampai aku nambah nasi. hihi

Lesehan Taliwang Nada

Menu Lesehan Taliwang Nada

Harga makanan disini menurut saya tidak terlalu mahal, untuk berempat kita cukup membayar Rp. 200.000 sampai kekenyangan bahkan bersisa tidak habis. Sangat murah bukan? dibandingkan makan di jakarta, sekali makan bisa Rp. 200.000 sendiri. :p

menu 2

Menu Pilihan Kita

Sambal

Sambalnya Juara

Sudah kenyang kita lanjutkan kembali perjalanan menuju hotel yang terletak di Gili Trawangan. Masih 2 jam perjalanan menuju pelabuhan untuk kita menyebrang dari sengigi ke Gili Trawangan. Nama pelabuhannya Teluk Nara, disini kapalnya 24 jam, kita bisa menyebrang kapan pun kita mau asal siapkan uang agak lebih ya. hehe

Kita menyebrang dengan menggunakan speedboat dengan waktu tempuh hanya 10 menit saja sudah sampai Gili Trawangan, tentunya ada harga ada fasilitas yang ditawarkan ya. Jadi kalau speedboat ini sistemnya charter Rp. 500.000 untuk sekali jalan menyebrang dan isinya hanya kita saja private. Enak sih cepat sekali sampainya di Gili Trawangan.

speedboat

Speedboat Teluk Nara ke Gili Trawangan

Sampainya kita di Gili Trawangan kita naik cidomo, karena di Gili Trawangan hanya ada kendaraan ini saja dan sepeda. Cidomo itu sejenis dokar atau andong, tapi disini disebutnya cidomo. Harga persekali jalan rata-rata Rp. 100.000 untuk satu Cidomo, menuju hotel yang kita telah book yaitu Les Villas Ottalia.

Akhirnya perjalanan panjang hari ini, diakhiri dengan berenang di hotel. hehe

12

Villa kita malam ini dengan private pool, mari kita berenang

Di hotel ini, kita memesan villa dengan dua kamar dan kolam renang pribadi. Villanya sih enak banget bersih, jauh dari kebisingan. Cocok untuk orang yang honeymoon sih sepertinya. Tapi buat kita juga cocok sih, nanti saya akan review secara khusus untuk hotelnya. Sampai jumpa di hari berikutnya di Lombok ya

Pengeluaran :

Mobil (Sewa)                                 : Rp. 500.000/ hari termasuk bensin dan driver

Tips Tour Guide Desa Sade         : Rp. 50.000

Biaya Masuk Air Terjun              : Rp. 80.000/ orang

Makan Lesehan Taliwang Nada : Rp. 200.000

Speedboat                                       : Rp. 500.00/ sekali jalan

Cidomo                                            : Rp. 100.000/ sekali jalan

Hotel Les Villas Ottalia                : Rp. 2.400.000/ malam

Contact Driver :

Pak Satria : 0819 3313 0137 (Whatsapp/ Sms/ Telp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s