Malacca River view

Malacca – 1 Day ( 21 Des 2014)

Hari Minggu, 21 Desember 2014, pagi ini tepatnya pukul 08.30 saya dan teman saya akan bertolak menuju negeri Malacca dari Singapore. Perjalanan kali ini akan ditempuh selama 3 jam dengan menggunakan bus travel yang sudah kita book online melalui website Easybook, kita putuskan untuk menggunakan bus travel Konsortium.

Kebetulan saya pergi pada saat liburan panjang akhir tahun,jadi kita putuskan untuk membeli tiket secara online sejak kita masih di Indonesia. Cara membelinya mudah, kita tinggal masukkan kota tujuan, tanggal dan waktu, nanti akan muncul beberapa pilihan bus travel, tinggal pilih deh bus mana yang mau digunakan. Harga persekali jalan untuk tujuan Singapore – Malacca, rata-rata 20 – 30 SGD. Kebetulan harga tiket kita 23 SGD. Bus nya enak double deck, bagian bawah untuk supir, asisten driver, dan barang-barang bawaan penumpang semacam koper, tas, dll. Bagian atas khusus untuk penumpang, tidak perlu membawa koper atau tas ke atas, biar kita duduknya leluasa.

Bus Double Deck

Bus Double Deck

Seat Penumpang

Seat Penumpang

Bus ini akan berhenti 3 kali, perhentian pertama yaitu saat keluar Singapore untuk proses imigrasi Singapore. Semua penumpang wajib turun untuk mendapatkan cap imigrasi Singapore, tidak perlu membawa barang bawaan seperti koper, prosesnya tidak lama sekitar 5 menit, dan setelah selesai proses imigrasi, penumpang kembali lagi ke bus yang sudah menunggu diparkiran.

Perhentian kedua yaitu saat masuk Malaysia untuk proses imigrasi Malaysia. Semua penumpang dan barang bawaan berupa koper ataupun tas, wajib turun dari bus untuk proses imigrasi dan barang bawaan kita akan di cek di imigrasi. Selesai proses kita kembali lagi ke bus yang menunggu diparkiran, proses imigrasi disini juga tidak lama antara 5 – 10 menit, tergantung seberapa panjang antrian.

Perhentian ketiga yaitu di rest area, untuk penumpang yang ingin ke toilet akan dipersilahkan untuk turun dan kembali lagi ke bus. Penumpang tidak perlu khawatir akan ketinggalan Bus, karena asisten driver akan cek setiap selesai berhenti, apakah penumpangnya sudah lengkap atau belum.

Dan akhirnya sampailah kita di tujuan Malacca Sentral yang bertepatan dengan jam makan siang, jadi kita putuskan untuk makan siang dahulu, baru jalan kembali menuju penginapan.

Kita memilih untuk makan yang ada menu nasinya, karena di Singapore agak susah cari menu makanan nasi. Saya makan Rice Ball with Chicken Roasted dan teman saya pilih makan tomyum. Harga makanan di Malacca murah, saya makan dan minum harganya hanya 4 MYR saja.

Harganya 3 MYR

Harganya 3 MYR

Selesai makan, kita langsung menuju ke tempat bus kota yang akan kita naiki menuju Taming Sari Tower. Bus yang kita gunakan yaitu No. 17, jika kita tidak tahu harus naik bus apa ke tempat tujuan kita, kita langsung datang saja ke counter informasi. Bus nya bersih dan nyaman, AC juga yang pasti. hehe

Bus No. 17

Bus No. 17

Ongkos untuk naik Bus ini sampai Taming Sari Tower yaitu 2 MYR, kita tinggal sebut saja tujuan kita ke kondektur atau supir, nanti akan di info ongkosnya berapa. Siapkan saya uang receh, karena jika tidak ada kondektur ya tidak ada kembalian. Kalau naik bus ini harus naik dari pintu depan, dan turun dari pintu tengah. Sampailah kita di Taming Sari Tower, dan berjalan menuju penginapan yang hanya 5 menit saja.

Penginapan yang kita pilih yaitu Sayang Selalu Guest House, yang terletak di daerah Plaza Mahkota. Penginapannya bersih, rapih, nyaman, sepi, dan AC nya dingin banget. Iyalah dingin AC dan Kipas kita nyalain dua-duanya. hehe
Penjaga nya baik dan ramah, bisa sharing mengenai tempat wisata dan tempat makan di Malacca juga.

Penginapan

Penginapan

Karena hujan deres, jadi kita leyeh-leyeh dulu di kamar, tiduran, mandi, main ipad dulu. Sudah reda, kita jalan deh menuju komplek Christ Church dan Jonker Street.

Christ Church

Christ Church

Di komplek Christ Church bagus buat foto-foto, bisa sambil belanja souvenir juga kalau mau, banyak pedagang souvenir di daerah sini.

Jonker Street

Jonker Street

Selesai puas foto-foto, lanjut ke Jonker Street buat hunting steet food nya Malacca. Di sini rame banget deh, sepanjang jalan Jonker itu rame penjual mulai makanan, souvenir, dll. Semakin malam, semakin rame banget, pedagangnya ada yang permanen toko ada juga yang dadakan hanya buat tenda-tenda saja. Inilah hasil perburuan kita di Jonker Streeet.

Street Food

Street Food

Puas jajan, puas belanja, tinggal leyeh leyeh lagi. Akhirnya kita duduk manis di depan Malacca River dengan view sungai dan lalu lalang cruise nya.

Malacca River view

Malacca River view

Kita pulang sambil mampir ke tempat perbelanjaan di depan Taming Sari, mirip Jonker Street. Tapi ini semacam khusus muslim gitu, dan petualangan kita hari ini berakhir dengan tepar tidur cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s