Flores : Waerebo Tak Terlupakan

Selamat pagi semuanya, enaknya tidur di pegunungan rasanya bangun tidur segar udaranya. Mata lihat pemandangan hijau-hijau dan dingin.

Kegiatan pagi ini kita awali dengan take picture dulu ya guys, karena bagus banget masih banyak awan-awan gelayutan gitu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Good Morning

DSC_0954

Anak MisJen Banyak

Selesai foto-foto, kita berkunjung ke rumah-rumah warga waerebo. Di salah satu rumah kita disuguhi kopi khas flores, kopi hitam terus saya coba minum dan ternyata tidak buat sakit maag. Sambil berbincang, disuguhi juga makanan talas atau apa y lupa sejenis umbi-umbian yang dimasak dengan bumbu seadanya. Tapi enak, ternyata mata pencaharian utama mereka adalah bertani diantaranya kayu manis, jagung, padi, umbi-umbian.

Dalam 1 rumah diisi oleh beberapa kepala keluarga, dan kamar digunakan oleh orang tua sedangkan yang lain tidur di tengah rumah yang ditengah-tengahnya itu adalah dapur. Dapur pun digunakan bersama untuk beberapa kepala keluarga dan memasak pun untuk semua kepala keluarga tidak hanya untuk keluarganya saja.

Selesai keliling ke rumah-rumah, kita diminta untuk sarapan di rumah khusus tamu dan sudah disiapkan menu sarapan nasi goreng dengan telur.

Selamat bersarapan dan sepanjang sarapan ada geng cowok-cowok dari Bali kalau tidak salah, kerjaannya ngejek driver kita karena kalah sama cewek-cewek saat trekking. haha

Selesai sarapan, kita pergi mandi di tempat pemandian warga waerebo di pancuran gitu, dan terbuka tempat mandinya, terus jadi mikir-mikir sambil nanya sama guide nya. “Ini aman? nanti ada yang ngintip ga?”

DSC_0982

Foto Sebelum Mandi itu Penting Sekali Sister

Guide bilang “Aman kok, ini pemandian khusus perempuan, pria tidak boleh kesini. Kalau Pria mandinya di bawah sana”.

Ok lah kalau gitu kita mandi sebelum mandi foto dulu, sesungguhnya mandi di pancuran gitu dengan terbuka terakhir waktu jaman masih SD kalau lagi nginep di kebun. Terus nanti ada orang lewat, ngumpet dulu pakai handuk. hihi

Selesai mandi, kita langsung siap-siap packing untuk check out dan pulang kembali ke labuan bajo. Sedih sih masih betah tapi apalah daya, yang pasti dengan datang ke desa ini membuat kita harus banyak bersyukur karena kita tinggal di kota yang diberikan segala fasilitas dan kemudahan.

20161226_093816

Sampai Jumpa lagi Waerebo, Dokter PTT & 2 Asisten. :p

Kalau liburan ke flores hendaklah datang kesini ya teman, karena menyenangkan sekali apalagi kalau datang pada saat ada acara adat besar biasanya di bulan agustus.

Kita trekking kembali, diperjalanan bertemu dengan cowok-cowok bali yang sebetulnya mereka sudah pulang dulu sekitar 1 jam yang lalu ternyata mereka istirahat dulu hanya sekedar untuk makan indomie, dan kita berikan makanan kita ke mereka juga agar meringankan beban. hehe

Akhirnya sampai juga kita di penginapan waerebo lodge, sampai disana kita makan siang dengan view persawahan. Rasa lagi liburan di kebun.

Selesai makan kita langsung perjalanan ke labuan bajo, sepanjang jalan tidur karena ngantuk berat. Malam ini kita tidur di hotel Green Hill Hotel, karena yang available hanya ini saja, reviewnya sih ok ya.

Check in dan kamarnya agak serem auranya. hehe untuk fasilitas ya lumayan ada air panasnya, penting banget untuk mandi. Kita istirahat sebentar, lalu pergi ke pasar malam yang tinggal jalan kaki dari penginapan untuk membeli makan. Sesungguhnya saya malas makan, apalagi ikan-ikan gitu. Akhirnya saya hanya beli martabak telur yang murah banget harganya Rp. 5000 atau Rp. 10.000 gitu ya lupa. Rasanya sih ya biasa saja jangan berharap banyak, hanya telur dan daun bawang. hehe habisnya langsung sakit tenggorokan karena micin dan minyak.

Lalu kita tidur untuk istirahat, karena perjalanan masih panjang guys. Besok kita ke Ende. horeee

Advertisements

Flores : Waerebo Penuh Pesona

Dan hari yang ditunggu-tunggu tiba, pagi hari pukul 07.00 setelah sarapan langsung bergegas menuju bandara ngurah rai untuk check in penerbangan pukul 08.00. Karena hotelnya di area bandara Ngurah Rai, jadi jalannya santai. hehe

wings

Pesawat Penyelamat Liburan Kita, Terima kasih Wings Air

Di counter check in, ketemu dengan keluarga Bapak yang marah-marah kemarin ternyata kita satu penerbangan yang sama. hehe semoga lancar y Pak hari ini, jadi Bapak dan keluarga bisa segera berlibur begitu pula saya.

Check in lancar, lanjut masuk gate untuk siap-siap boarding. Di perjalanan menuju boarding ada pengumuman bawah penerbangan GA pukul 08.00 tujuan labuan bajo terlambat sampai pukul 10.00. Asli dengan pengumuman itu, bikin takut dipikiran saya “Loh kok GA delay, terus kenapa Wings ini malah tetap jalan? Worries berat”.

Ok sudah di dalam pesawat, dan isinya adalah sebagian besar penumpang GA yang kemarin batal berangkat. Kaya semacam reunian gitu di pesawat, Bismillah ya semoga penerbangan pagi ini lancar kalau lihat dari cuaca sih cerah banget.

View sepanjang penerbangan cantik banget deh, pokoknya kalau lagi penerbangan ke indonesia timur selalu duduk di samping jendela. Biar dapat foto-foto yang bagus dari atas.

komodo

View dari atas Pesawat, Cantik bukan

Waktu penerbangan ditemputh 45 menit, dan alhamdulillah penerbangan lancar tanpa hambatan sesaat sebelum landing semua penumpang spontan bersorak “Hore akhirnya sampai juga ke labuan bajo”. hehe lucu sih ini kali pertama naik pesawat seolah-olah kita semua norak baru naik pesawat. Semua begitu turun dari pesawat langsung foto-foto termasuk saya juga sih ya, bukti kalau kita sudah di labuan bajo.

komod airport

Selamat datang di Komodo International Airport

DSC_0837

Kantong Pia Legong, tetap eksis

Di bandara, saya dijemput oleh sang yoga master yang sudah menunggu kita sejak beberapa hari yang lalu sampai akhirnya akrab dengan drivernya. hihi di bandara kita langsung berpelukan kaya teletubbies, jalinan kasih persaudaraan yang telah lama terpisah. haha

DSC_0840

Trip bersama Santri

Lanjut kita perjalanan menuju waerebo, perjalanan ditempuh hampir 4 – 5 jam dari labuan bajo dengan jalan mulus tapi berkelok-kelok dan pemandangan bagus. Pusing sebetulnya jalannya berkelok-kelok, ditambah drivernya yang bawel banget.

Waerebo

 Mobil kita harus lewatin sungai di depan

Sepanjang perjalanan kita seperti artis, kalau ada penduduk mereka dadah-dadah ke kita, ketemu anak-anak habis main di sungai, view nya pegunungan dan ada laut juga.

Untuk menuju waerebo, starting pointnya ada di desa dintor dan denge, Kalau saya mulai dari dintor di penginapannya milik Pak Martinus namanya Waerebo Lodge. Contacnya 0852 39344046, martin_anggo@yahoo.com. Disini kita bisa sekedar singgah untuk besok disiapkan makan siang atau bisa juga menginap disini. Kalau saya hanya minta disiapkan makan siang saja untuk besok, karena saya akan menginap di waerebo. Tour guide menuju waerebo juga disediakan dipenginapan ini, karena ke waerebo tidak boleh sendiri harus didampingi oleh guide yang sebetulnya mereka adalah keturuan suku waerebo juga yang sudah pindah ke desa.

dintor

Waerebo Lodge

Sampai di waerebo lodge sekitar pukul 16.00, kita tidak bisa berlama-lama karena akan langsung trekking ke waerebo. Jadi persiapan hanya membawa perlengkapan secukupnya saja, sisanya barang kami tinggal di mobil.

Saya mulai jalan kaki di post 1, jadi dari waerebo lodge diantar dengan mobil dan dilanjutkan naik ojeg agar mempersingkat waktu trekking. Ongkos ojegnya sekitar Rp. 25.000 (pulang pergi), jadi besok kita dijemput ojeg sekitar pukul 11.00.

Guide memberikan info trekking normal santai biasaya ditempuh selama 4 jam, kalau sudah terbiasa olah raga atau trekking ada jalan pintas yang bisa lebih cepat sampai namun rute nya sedikit curam. Ok let’s go girls, percuma kan ya pada ngegym sama yoga kalau trekking nya lambat malu-maluin. Karena guide lihat kita sudah biasa trekking maka dipilihlah jalan pintas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Master Yoga mau Trekking saja tetap Modis y sis

Ok, seperti biasa saya jalan paling depan dan di belakang adalah diver kita yang katanya mau mengawal wanita-wanita ini kasihan nanti kalau kenapa-napa. Padahal kita tidak dikawal juga tidak masalah, sudah biasa jalan seperti ini. Dan benar saja, yang menyusahkan malah drivernya. Baru jalan sekitar 15 – 20 menit dia mulai kewalahan dan minta berhenti dulu istirahat sambil teriak “Hei stop please jalannya pelan-pelan capek banget aku, nafasku sudah tidak kuat ini”. Saya dan teman-teman bukannya bantuin, malah ketawa geli karena ingat diawal bahwa dia akan ikut untuk mengawal kita. Tetapi kenyataannya malah yang kecapekan dia sendiri.

Lalu guide nya bilang ke driver “Ya sudah kamu istirahat saja dulu, saya tungguin memangnya kamu sudah pernah belum ke waerebo? yang lain jalan duluan pelan-pelan ya.”

Driver jawab “Belum pernah saya ke waerebo, ini kali pertama saya”.

Saya jawab “Ya elah kirain mau ngawal, karena sudah pernah ke waerebo ternyata belum. wkwkwkwk”

Ok, kita lanjut perjalanan dan ritme jalan saya sepertinya menurut saya pelan, tetapi katanya terlalu cepat. Gimana ya susah juga, hari semakin malam dan gelap dan trek yang kita lalui ada jurang, jadi harus berhati-hati dan kita hanya mengadalkan lampu penerangan dari HP saja karena lupa bawa headlamp. Tidak terasa 1.5 jam berlalu, akhirnya kita sudah sampai di post tempat untuk membunyikan kentongan tanda bahwa kita akan memasuki waerebo. Hore cepetkan kita jalannya, apalagi kalau driver tidak ikut mungkin bisa lebih cepat lagi. Kata guide nya ini adalah kali pertama bawa tamu, yang trekkingnya cepat dan malam pula.

20161226_094851

Kentongan di Pukul tanda untuk warga waerebo bahwa akan ada tamu

Ini fotonya saya pakai yang siang hari, karena malam hari gelap tidak terlihat sama sekali. Dari sini sudah dapat terlihat desa waerebo. Setiap tamu yang datang ke waerebo wajib untuk membunyikan kentongan ini, untuk menandakan bahwa akan ada tamu yang datang ke waerebo dan warga waerebo bersiap untuk menyambut.

Kentongan dibunyikan, dan kita lanjut perjalanan menuju waerebo. Oh my God, i can’t wait for this. Selamat datang di Waerebo penuh pesona

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Waerebo di Pagi hari

Dan sampailah kita di waerebo, sampai disini kita langsung menuju rumah tetua untuk meminta ijin tinggal dengan diawali ritual adat. Selama proses ritual adat ini belum berjalan, kita tidak diperkenankan untuk melakukan apapun di waerebo termasuk take picture ya guys. Saat ritual, asli suasanya kenapa jadi berasa mistis, apalagi tiba-tiba pintu rumah terbuka sendiri antara terbuka oleh angin atau saat tetua membacakan mantra-mantra. Entahlah saya kurang paham, selesai ritual kita berkenalan dengan tetua dan di antar ke rumah khusus yang digunakan oleh tamu untuk menginap.

Ternyata di rumah tempat tamu menginap ramai sekali, banyak tamu lainnya ada yang dari luar negeri atau juga dalam negeri dan saat itu mereka sedang makan malam. Dan kita pun langsung dihidangkan makan malam agar makan bersama-sama. hihi Ok lah kita makan, capek juga habis trekking.  Menunya sederhana ada ayam goreng, telur, dan sayuran tapi asli deh itu enak banget apalagi telurnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Suasana Rumah untuk Tamu Menginap

Selesai makan acara bebas, saya mandi dan yang lainnya keluar sebentar lihat suasana malam dan banyak bintang-bintang cantik. Sementara tamu lain ada yang sudah tidur, disini dingin sekali mandi saja kaya mandi pakai air es. #lebay

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Makan dulu kita, Nasi banyak amat

Oia, untuk menginap di waerebo ini setiap orang dikenakan biaya sekitar Rp. 300.000 ya sudah mengcover makan selama di waerebo untuk 2 hari 1 malam, tempat tidur, bantal, dan selimut.

Sampai disini dulu ya teman petualangan hari ini, sampai jumpa besok. Good nite zzzzz

Bali : Liburan Penuh Perjuangan

Setelah sehari sebelumnya puas dengan foya-foya, hari ini kita siap-siap packing untuk perjalanan selanjutnya, tapi penerbangannya masih sore jam 4 itu pun selalu di SMS oleh Garuda karena jadwal penerbangannya berubah-ubah terus ada 5 kali perubahan dalam waktu 24 jam. Can you imagine? Pokoknya saya ikuti jadwal yang terakhir di sms Garuda ke saya saja yaitu pukul 4 sore.

Jadi masih ada waktu untuk jalan-jalan dan ketemu teman semasa kuliah saya, pagi-pagi kita cari JNE dulu untuk kirim baju-baju kotor dan yang tidak akan terpakai, jadi meringankan beban.

Pukul 10.00 saya dijemput teman kuliah saya, untuk selanjutnya pergi mencari makan. Pilihan jatuh kepada Ayam betutu gilimanuk. Pasti pesannya saya ayam lah ya, untuk rasanya sih menurut saya biasa saja, tidak ada yang istimewa ya. Tapi saya bingung kenapa ramai sekali restaurant itu.

ayam-betutu-gilimanuk.jpg

Seperti ini Penampakannya

Setelah kenyang, kita lanjutkan perjalanan ke Pia Legong yang mau Pia ini ya temen saya sebetulnya. Ngidam kayanya. hehe

Karena masih pagi dan bukan weekend, jadinya tidak terlalu antri dan boleh beli mix. Jadi saya ikutan beli juga yang coklat dan keju.

img_3293.jpg

Pia Legong Rasa Coklat & Keju

Setelah dari Pia Legong, kita mampir ke mall yang tidak jauh dari bandara. Disini kita hanya duduk ngobrol saja sambil menunggu jam boarding saya. Akhirnya sudah pukul 14.30 saya diantarkan ke bandara ngurah rai untuk melanjutkan perjalanan dari Denpasar ke Labuan Bajo dengan pesawat pukul 16.00.

Saya check-in dan menunggu teman saya baru masuk gate, di gate kita santai menunggu di panggil untuk naik pesawat. Tapi ternyata yang terdengar adalah pengumuman bahwa penumpang diharap ke bagian informasi dan pesawat delay sampai pukul 18.00. Yah mulai deh drama pesawat, sampai-sampai saya sudah eneg liat snack yang diberikan garuda. haha Lalu saya langsung WA Stev, kalau pesawat kita delay sampai pukul 18.00 kita bisa bertemu lagi di bandara.

Akhirnya kita bertemu kembali di bandara, dan saling cerita mulai dari makanan, film, dll. Dan pukul 18.00 pun tiba, dan Stev bilang “Bukannya kalian flight jam 18.00, ayo cepat nanti ketinggalan.” Lalu kita lihat ke layar pengumuman dan ternyata “CANCEL”. Sedih asli, tidak ada pemberitahuan dari pihak bandara bahwa cancel, hanya di tulis di layar saja itu cancel, dan saya langsung menghubungi customer center untuk memastikan bahwa benar cancel. Dan ternyata benar adanya cancel, dan ditunda sampai besok. Stev bilang “Ya sudah kalian senang-senang lagi di Bali, kita foto dulu yu”. Akhirnya kita foto-foto dengan Stev dan say byebye entah kapan kita bertemu lagi y Stev.

DSC_0828

MisJen, Stev & Me

Lanjutlah saya hubungi customer service GA dikantornya di bawah di dekat tempat pengambilan bagasi, ternyata sudah ramai penumpang yang complaint, marah-marah, bete, sebel, kesel. Kalau aku sih ya cuma nanya baik-baik saja, karena sudah malas marah-marah dengan keadaan yang merasakan liburan penuh perjuangan sejak beberapa hari sebelumnya. Yang paling seru adalah serombongan keluarga yang akan mengadakan komodo tour besok hari, si Bapak marah-marah ke bagian CS GA “Saya ini besok sudah ada tour, sewa kapal berapa ribu euro, malam ini sudah booking hotel. Kalau cancel kaya gini kan, saya rugi bla bla bla bla. Saya minta GA tanggung jawab, mau ganti rugi semua tour saya? bla bla bla bla”

Orang GA hanya jawab “Kami hanya menghandel bagian tiket saja Pak, untuk segala kerugian Bapak dapat langsung ke kantor penjualan tiket GA dan membawa semua bukti kerugian Bapak, dan nanti akan ditindaklanjuti untuk penggantiannya. Sekarang Bapak saya antar ke hotel untuk istirahat dahulu, dan tiket untuk besok akan kami antar setelah selesai proses reservasi.” Asli sih emang customer service itu harus sabar walaupun sudah di maki-maki sama penumpang. hehe

Terus saya ngobrollah sama Bapak yang marah-marah itu, saya hanya bilang “Iya Pak, cuaca memang sedang tidak baik juga, jadi penerbangan sedikit terhambat, saya sudah tour dari komodo sampai terdampar di sumbawa, lanjut ke bali, penerbangan cancel. Jadi ya pasrah saja saya Pak, sudah capek mau marah-marah juga. Semoga besok kita semua bisa terbang ke labuan bajo y”.

Terus Bapak nya langsung diam, tidak banyak bicara lagi dan langsung jalan menuju hotel dekat bandara waktu itu novotel bersama-sama dengan saya diantar oleh CS GA.

novotel

Kamar kita Malam ini @ Novotel Ngurah Rai Airport

Info dari CS GA, penerbangan saya akan dialihkan besok dengan GA jam 10.00, yang sebelumnya dijanjikan dengan GA jam 08.00 dan ternyata full. Sampai di hotel, dapat sms dari GA bahwa penerbangan saya di geser ke 13.00. Saya hubungi CS GA lagi, saya hanya pesan “Terserah GA bagaimana caranya, yang pasti saya harus sudah sampai labuan bajo sebelum pukul 12.00. Karena saya besok sudah ada tour dan harus berangkat”. CS GA jawab “Baik, akan kami usahakan y”.

Lalu saya makan malam, saat makan malam beberapa penumpang lain yang menginap di hotel yang sama dengan saya bertanya ke saya “Mbak katanya kemarin kena badai y? jadi penerbangannya banyak berubah”. Saya jawab “Iya Pak, tapi ya mau gimana lagi demi keamanan juga kan y”. Bapaknya bilang “Iya Mbak, saya ini uda hari ke 2 disini, mending Mbak minta flight pagi biar berangkat, saya selalu dapat yang malam jadi cancel terus. Padahal saya mau natalan sama keluarga eh malah jadi natalan di hotel sendirian.” Saya jawab “Iya Pak, saya sudah bilang sih ke CS nya” sambil mikir aduh kalau besok cancel lagi pulang jakarta saja deh ini, atau stay di bali saja tidak usah liburan lagi. #hopeless

Tiba-tiba CS GA datang menghampiri saya, dan menginformasikan penerbangan untuk besok, saya akhirnya dialihkan ke maskapai lain dengan wings air flight jam 08.00 pagi hari. Alhamdulillah ya akhirnya bisa flight, tapi tetap deg-degan takut cancel dan ini kali pertama naik ATR plus maskapainya wings air. Bismillah ya

Ok sekian cerita hari ini, karena saya lanjutkan untuk tidur dan istirahat. Sampai jumpa di kisah selanjutnya. See you at Labuan Bajo ^_^

 

 

 

 

 

Bali : Liburan karena Terdampar

Ok, kita lanjut kisah setelah kegagalan sailing komodo akhirnya kita ber4 (Saya, MisJen, Sid & Stev) terdampar di Bali. Kenapa akhirnya kita memutuskan flight dari Bima ke Bali? Karena Bali paling dekat dan paling banyak alternative flight jika kita akan lanjut ke tempat tujuan lainnya.

Saya dan MisJen : Besoknya akan lanjut flight ke Labuan Bajo

Stev : Besoknya lanjut flight ke Yogyakarta

Sid : Sementara belum ada rencana, akan stay di Bali beberapa hari

Tapi yang penting kita ber4 sudah aman dari Bima, setelah check in, mandi dan istirahat sebentar. Kita lanjut cari makan, kita sengaja mencari hotel di kuta agar mudah kemana-mana. Akhirnya siang itu kita makan mewah di “Dulang Kafe kuta“. hihi

Menu yang saya pesan adalah Mama Chicken Noodle with Wonton, uwoh porsinya large tapi itu rasanya seperti surga. Enak banget pokoknya, sambil makan kita diskusi setelah ini kita kemana y. Lalu Sid bilang “Aku dapet sms nie, buy 1 get 1 ice cream cold stone ada di mall discovery”. Kita jawab “Ok kita kesana beli es krim”, selesai makan kita jalan ke discovery hanya untuk beli es krim dan diperjalanan sepertinya enak kalau kita nonton waktu itu film yang lagi happening soal super hero tapi lupa judulnya kelamaan nulis blog nya. Akhirnya kita pergi nonton di mall “Beach Walk” di XXI nya dan kita nonton premier class, gaya banget kan kita harga tiketnya seorang Rp.150.000 ya kalau tidak salah. Karena nonton nya masih jam 7 malam, kita putuskan untuk nongkrong di Velvet Hypnotize di beach walk yang langsung view nya pantai.

1de

Inilah Sunset Sore itu

Selesai sunset lanjut kita nonton, disini di traktir Stev karena dia baru di promote kantornya. Congrats Stev

Begitu masuk bioskop premier, Stev terkagum-kagum dengan bioskopnya karena di Australia tidak ada bioskop seperti ini. Tempat duduknya diatur seperti layaknya kursi business class pesawat, diberikan selimut, sayang makanannya tidak free kata Stev. hehe

Selesai nonton, saya lansung pulang ke hotel untuk istirahat karena besok saya akan bertemu teman dekat saya. Sedangkan yang lain lanjut mencari makan malam. Happy for today pokoknya, akan ada drama lainnya setelah ini. see you

Kisah Kegagalan Sailing Komodo

Hari ini pagi-pagi sekali kita datang ke dermaga untuk petualanga selanjutnya, kita sengaja jam 5.30 sudah stand by di dermaga karena akan menggunakan kapal umum untuk menyebrang ke pelabuhan bangsal, dan harga tiketnya berapa? murah banget Rp. 15.000 (kalau tidak salah). Kapalnya besar cukup untuk 50 orang sepertinya. Seperti ini penampakan kapalnya.

DSC_0703

Kapalnya nyaman kok

Nah inilah kapalnya, yang nyaman dengan harga murah waktu tempuh sekitar 45 menit tapi ya worth it. Beli tiket langsung saja ke penjualan tiket resmi, jangan percaya dengan orang yang menawarkan tiket-tiket tidak jelas ya.

Dari pelabuhan bangsal kita dijemput dengan bus oleh tour yang akan membawa kita untuk wisata sailing komodo. Di Bus ini yang warga lokal hanya kita berdua dan 2 orang lainnya, sisanya dari 20 orang adalah warga asing.

DSC_0710

Ini kita mau makan siang di Bis

Beginilah suasana Bis yang isinya warga asing dan kita santap siang yang diberikan tour yaitu nasi goreng, dan mereka berkomentar “Nice”. hehe pada rasa nasi goreng ini micin banget.

Sampailah kita di dermaga dan langsung menuju kapal, kapalnya hmmm tidak mau banyak komentar saya.

DSC_0712

Kita yang masih Jaim sama bule

Semua terlihat baik-baik saja bukan? kisah selanjutnya langsung berubah seiring berubahanya cuaca dengan gelombang besar dan angin yang kencang. Asli ngeri banget, harusnya hari pertama kita bisa lihat sunset tetapi gagal karena mendung.

Hari kedua kita akan mampir ke pulau moyo, karena gelombang tinggi kita tidak bisa bersandar akhirnya buat yang mau tetap ke air terjun moyo silahkan berenang sendiri dari kapal yang jarak nya sekitar 20 meter. Tapi ya kita di kapal saja, asli serem banget deh liat gelombang yang super tinggi, tapi bule-bule itu tetap nekad berenang dan ternyata mereka hanya sebentar mungkin sekitar 40 menit sudah kembali lagi.

Yang lucu ada namanya Sid, dia warga India diantara kita semua yang paling ingin lihat air terjun adalah Sid tapi dia ketiduran dan tidak ada yang tahu kalau dia tidur. Begitu bangun, dia bertanya “pada kemana?”. Saya hanya jawab “sudah pergi ke air terjun moyo”, dan dia nekad juga mau nyusul tapi nakhoda kapal tidak mengijinkan karena bahaya. Dan benar saja setelah mereka kembali, mereka cerita kalau berenang tadi itu sangat mengerikan dan air terjun nya biasa saja kecil. Jadi tidak rugi lah kita kesana yang penting nyawa masih aman.

Hari berikutnya kita mampir di pulau satonda, disini kita bisa snorkeling tapi ya biasa saja masih bagusan kepulauan seribu. Dan kengerian wisata ini di mulai dimana gelombang, angin, hujan bersatu dengan derasnya. Kapal tidak berani berlayar karena bahaya, dan pelabuhan di Sape pun sampai di tutup beritanya semua kapal tidak boleh berlayar pada saat itu, saya dan mis jen cuma bisa bengong karena besok kita ada flight ke Ende dari Labuan Bajo.

Harusnya hari ke empat kita sudah sampai di Labuan Bajo, lalu kita bertanya kepada nakhoda kapal (NK)

Me : Masih jauh tidak sampai labuan bajo?

NK : Dibutuhkan waktu 2 hari 1 malam untuk sampai jika cuaca cerah

Me : Sudah pasti jalan tidak besok pagi?

NK : Belum tahu, tergantung cuaca saja kalau ini

Me : Kalau gitu besok pagi antar saya menepi untuk lewat jalan darat saja menuju pelabuhan sape

NK : Ok besok kita antar kesana

Me : Bagaimana dengan tour kami? ada kompensasi tidak?

NK : Harus ditanya ke owner tournya dulu

Me : Saya langsung hubungi si owner tour minta besok dicarikan kendaraan ke pelabuhan sape dan kompensasinya apa jika seperti ini

TR : Mereka menyanggupi untuk mencarikan kendaraan dan memberikan kompensasi

Me : Jadi besok yang akan pulang ada 4 orang

Langsung di kapal terjadi keributan antara kita, semua sedih dan ingin pulang rasanya karena ini taruhannya nyawa jika cuaca sudah begini. Semua sudah punya agenda masing-masing di hari ke-4 dengan jadwal flight yang sudah dibeli tiketnya, ada yang pulang ke jerman 4 orang, ada yang flight ke vietnam 2 orang, ada yang ke new zealand 1 orang, ada yang ke thailand 1 orang, 2 orang ke US. Pokoknya hari itu seru banget, kita semua marah-marah sama nakhoda, tour guide, dan travel agent nya.

mtf_SSKyM_9916.jpg

Badai Gelombang Tidak Masalah, Selama ada Bir

Akhirnya ada 3 orang yang minta diantar hari itu juga yang akan ke vietnam dan thailand. Terus kita semua sedih, malam hari untuk menghibur diri semua nyebur kelaut dalam keadaan gelap. Sedangkan saya, untuk bisa tidur nyenyak saya minum antimo karena ngeri dengan gelombang dan angin yang kencang di tengah laut asli itu serem banget deh.

Akhirnya besok pagi pun tiba, kita mulai di angkut dengan kapal kecil untuk menyebrang ke tepi pantai. Satu kapal isi 4 orang dengan beberapa barang, dan akhirnya semua yang tersisa ikut pergi juga menuju pesisir pantai.

mtf_SSKyM_9918.jpg

Para Pejuang Yang Akhirnya Menyerah

Dan tour guide kita mencarikan kendaraan lama sekali, kita menunggu hampir 2 jam baru kendaraan itu tiba. Karena kita yang dari awal sudah book, jadi kita jalan lebih dulu. Di perjalanan supirnya bercerita, bahwa kota Bima sejak semalam banjir bandang dan semua pemukiman hancur sampai mati listrik dan tidak ada sinyal, belum tahu ini kita bisa lewat atau tidak ke pelabuhan sape.

Akhirnya sampailah kita di bandara kota Bima, untuk drop 2 orang teman kita yang akan ke US. Kita ber4 (Saya, Mis Jen, Sid, dan Stev) melanjutkan perjalanan ke pelabuhan sape. Sepanjang jalan memang benar kota Bima saat itu hancur karena banjir, semua warga membersihkan rumahnya masing-masing dan ada tanah yang longsor juga sehingga harus menggunakan jalan alternative. Dan akhirnya sampailah kita di pelabuhan sape.

Sesampainya disana, saya langsung menuju ke loket tiket penjualan tiket kapal dan ternyata masih tutup. Lalu saya tanya ke orang yang ada di pelabuhan itu biasanya buka jam berapa? jawabnya”1 jam sebelum kapal berangkat”. Saya lihat di loket ada pengumuman mengenai perkiraan cuaca dari BMKG dan juga pengumuman mengenai kapal kapan berlayar. Karena penasaran saya masuk ke kantor pelabuhan, ada 1 petugas yang saya hampiri dan hanya satu-satunya. Saya tanya,

Me : Pak apakah hari ini kapal akan jalan ke labuan bajo?

P : Belum tahu mbak, karena tadi yang siang saja baru jalan 30 menit langsung balik lagi karena gelombangnya parah

Me : Lalu kalau besok pagi?

P : Saya tidak bisa memastikan mbak, karena cuaca memang sedang tidak baik dan tidak disarankan untuk berlayar

Me : Baiklah kalau begitu

Pasrah dan saya bilang sama mis jen, kalau gini sih pilihannya kita balik lagi ke bandara untuk flight kemana saja yang penting keluar dari pulau ini. Alternative flight ke Bali. Sementara di ujung pelabuhan teman-teman bule kita yang ber 14 orang sedang di kerumuni oleh calo-calo kapal pribadi yang menawarkan menyebrang ke labuan bajo dengan harga yang tidak masuk akal. 20 juta untuk 20 orang, bisa sharing dengan penumpang lain. Lalu saya bertanya dong dengan calo-calo itu,

Me : Memang apa jaminannya bisa sampai ke labuan bajo?

C : Pasti sampai mbak, karena kapalnya besar dan kita sudah biasa

Me : Lah kapal fery saja tidak bisa berlayar, kenapa Bapak berani?

C : Kita lewat pinggiran tidak lewat tengah

Me : Harganya 20 juta mahal banget itu

C : Iya kan mbak sharing dan mbak mau berapa deh berani nya

Me : Saya diskusikan dulu dengan mereka (teman-teman bule 14 orang)

Lalu saya diskusikan ke mereka dengan kondisi cuaca, harga kapal, dan semua resikonya. Dan keputusan saya akan kembali ke bandara untuk mencari flight ke Bali sore itu, apakah akan ada yang mau joint? Ternyata 12 orang bule tetap bertahan di pelabuhan berharap besok bisa berlayar dengan fery. Saya, Mis Jen, Sid dan Stev akhirnya berpisah dengan mereka. Kita ber4 sewa kendaraan untuk mengantar kita ke kota bima lagi untuk ke bandara.

IMG_20161227_073750_668

Kami yang Terdampar

Sampai di bandara jam 5 sore dan bandara tutup sudah tidak ada flight lagi, y maklum juga sih karena bandaranya kecil sama terminal lebak bulus juga lebih besar terminal lebak bulus. Akhirnya kita cari penginapan sekitar bandara, dan ternyata penuh semua karena orang-orang yang kena banjir mengungsi ke hotel semua. Sedih sudah malam jam 7 belum dapat penginapan, akhirnya kita cari kos-kosan saja yang disewa sehari kalau tidak dapat juga kita tidur di mesjid. Untungnya supir nya baik, mau antar kita kemanapun sampai dapat tempat untuk tidur. Iyalah kan di bayar ya. haha

Akhirnya ada satu orang mahasiswi yang menawarkan kita untuk menginap di kosannya katanya ada kamar kosong 1, dan ketemu sama pemilik nya tapi ternyata sedang tidak ada. Akhirnya kita istirahat dulu di kamar mahasiswi itu ber5 di kamar, sambil menunggu kunci diantar oleh pemilik. Tapi sampai jam 11 malam tak kunjung tiba pemiliknya.

Malam itu, kita semua keluar cari sinyal untuk beli tiket online untuk flight paling pagi ke Bali. Sedih banget pokoknya, akhirnya semua sudah pegang tiket dengan mencari sinyal sambil jalan cari makan malam yang hanya ada nasi goreng. haha

DSC_0770

Mahasiswi baik hati yang kita porak porandakan kosannya

Setelah itu kita tidur ber5 di kamar yang kecil, bayangkan ya kamar kosan sebesar apa. Sid dan Stev badannya gede banget lagi, tapi ya sudahlah. Subuh-subuh saya mandi duluan, ternyata kamar mandi pintunya rusak jadi tidak bisa di tutup tapi y sudahlah karena sudah tidak tahan akhirnya mandi dengan pintu terbuka. Bismillah saja dan ini lah kami setelah siap-siap pagi hari menuju bandara.

Kita ke bandara menggunakan delman, karena disini susah kendaraan. Saya hanya bertanya “ini delman cukup untuk ber4? secara Sid & Stev kan badannya besar bawaan kita banyak”. Tapi ternyata cukup, dan ongkosnya berapa? 10 ribu, tapi tidak tega y kita berikan 25rb.

DSC_0771

Muka-Muka Norak naik Delman ke Bandara

Sampai di bandara, kita check in dahulu dan mencari makan di cafe dekat bandara. Sementara saya sibuk mendatangi kantor customer service garuda yang ada di bandara itu untuk menanyakan flight saya yang hari ini bisa di reschedule ke besok. Dan alhamdulillah y allah bisa, karena memang cuaca sedang tidak baik banyak flight yang ditunda.

DSC_0772

Orang Stress di Bandara ngurusin tiket dan nasib liburan selanjutnya

Akhirnya kita di panggil untuk boarding, asli ini pertama kali saya naik ATR dan Lion karena yang paling pagi hanya ini. Garuda banyak yang ditunda flight nya karena cuaca, tapi kenapa Lion tetap jalan y? Ya sudahlah bismillah

Waktu ditempuh 45 menit dari Bima ke Denpasar dengan pesawat, dan sampailah kami di bandara international ngurah rai, asli itu happy banget karena kita sudah terlepas dari segala bencana yang melanda. Langsung saat itu juga saya book flight ke Labuan bajo untuk besok.

mtf_SSKyM_9920.jpg

Sid & Stev di Bandara Ngurah Rai

Kebetulan di bandara ada iklan wonderful indonesia gambar komodo, refleks Sid & Stev minta foto dengan komodo. Untuk mengobati kekecewaan yang tidak bertemu komodo aslinya karena cuaca. Sedih ya.

Akhirnya setelah ambil bagasi, pesan taxi dan diperjalanan baru book hotel dan langsung check in hotel.

Kita semua mandi dan istirahat dahulu, sudah dulu y guys ceritanya, nanti dilanjut di cerita selanjutnya. Happy ending in Bali. Muach

 

Lombok : Liburan Akhir Tahun 2016 Hari Ke-4

Setelah kemarin kepala agak melayang-layang karena cocktail, hari ini petualangan dilanjutkan dengan kegiatan snorkeling. Kali ini saya mencoba snorkeling dengan public boat yang isinya sekitar 40 orang. hihi bisa dibayangkan ya gimana serunya snorkeling dengan 40 orang sekaligus sedangkan guidenya hanya 1 orang.

Saya membeli paket snorkeling untuk 3 pulau seharga Rp. 100.000/ orang di tempat agen yang tidak jauh dari dermaga persis samping dermaga tepatnya. Harga tersebut, kita sudah dapat fin, google, dan pelampung jika membutuhkan. Pastikan fin anda sesuai dengan kaki anda, jadi dicoba dulu sebelum nyemplung ya.

Public Boat

Boat yang kita gunakan

Setelah semua penumpang lengkap yang akan ikut snorkeling, kita langsung berangkat. Ternyata dalam 1 kapal ini terdiri dari beberapa agen yang menjual paket snorkeling. Spot snorkeling pertama yaitu disekitar gili trawangan untuk melihat terumbuk karang yang cantik. Maaf foto tidak bisa di upload karena kamera rusak, dan lenyap semua foto-fotonya.

Spot kedua yaitu berenang dengan penyu, disini kita snorkeling harus mengikuti apa kata guide tidak bisa bebas seenaknya seperti di spot pertama. Kenapa? karena disini lautannya sangat dalam, arusnya pun kencang, dan yang tahu biasanya penyu itu adalah guidenya percaya deh.

Jadi pertama, guide akan cek dulu dimana ada spot penyu. Baru kita turun menuju penyu tersebut, asli kita kaya lagi lomba maraton berenang. Seru pokoknya harus wajib di coba. Dan inilah penyu yang kita kejar satu penyu dikejar 20 orang. haha

turtle

Mengejar Penyu

Selesai mengejar penyu, kita lanjutkan ke spot selanjutnya yaitu memberi makan ikan di gili air disini ikan nya besar-besar. Kalau bawa roti, ikan-ikan akan menghampiri kita.

Selesai snorkeling kita akan menepi untuk makan siang di restaurant di pinggir pantai di gili air, jangan terlalu berharap banyak dengan rasa ya karena rasa makanannya ya biasa saja. Lebih baik pesan menu yang standar saja seperti indomie atau nasi goreng. hehe

Tapi kalau pemandangan jangan salah, banyak mas-mas bule ganteng. hehe Lihat saja pemandangan di belakang saya.

DSC_0642

Lunch time

Selesai makan siang, kita lanjut ke meeting point pertama kali kita start snorkeling yaitu ke Gili Trawangan. Selesai snorkeling, kita langsung ke penginapan untuk mandi dan bersih-bersih istirahat siap-siap untuk makan malam.

Makan malam hari ini pilihan jatuh kepada makan pizza yang terkenal disini namanya Pizzeria Regina. Pizza disini di bakar di tungku dan selalu ramai, kalau hanya berdua buat perut orang indonesia rasanya 1 pizza sudah cukup apalagi perempuan. Karena porsinya sangat besar, lihatlah gambar pizza yang saya pesan ini besar bukan?

20161218_200524-01

Beef Pepperoni

Rasa pizzanya, uhow super yummy rasa kejunya sangat terasa pepperoni nya besar-besar. Disini yang buat pizza nya langsung ownernya dari itali asli. hehe

Demikian petualangan hari ini, sampai jumpa di petualangan selanjutnya. See you ^_^

Lombok : Liburan Akhir Tahun 2016 Hari ke-3

Selamat pagi, masih semangat berlibur di pulau lombok nie. Hari ketiga di pulau lombok ini akan mengexpore sisi lain dari pulau ini yaitu tracking menuju air terjun. Air terjun di kaki gunung rinjani bagus-bagus salah satunya yang akan saya kunjungi hari ini.

Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan dari sengigi menuju lombok utara nama daerahnya desa senaru yang merupakan salah satu tempat pendakian awal menuju gunung rinjani. Nama air terjun yang hits, instagramable, dan kekinian ini adalah air terjun tiu kelep.

Selesai sarapan langsung dijemput oleh supir, dan langsung menuju desa senaru. Sepanjang perjalanan ini hanya terlihat sawah, pantai, dan bukit. Cuacanya dingin kalau ke daerah ini, karena daerah pegunungan. Di sepanjang desa senaru ini terdapat banyak guest house untuk para pendaki gunung rinjani yang akan bermalam atau menggunakan jasa mereka untuk menjadi pemandu. Saya belum siap kalau harus mendaki rinjani, butuh persiapan fisik yang cukup, saya baru mampu ke gunung agung (toko buku) yang di mall aj. hehe #alasan

Sampai di meeting point menuju air terjun, kita ditawarkan beberapa paket, diantaranya :

Paket 1 : Air terjun sendang gile

Paket 2 : Air terjun sendang gile & Air terjun tiu kelep

Paket 3 : Air terjun sendang gile, Air terjun tiu kelep, dan satu lagi lupa

Yang paling favorite adalah paket 2, dan saya pun memilih paket 2 karena saya ingin tahu air terjun tiu kelep seperti apa. Paket yang ditawarkan ini sudah termasuk guide dan cemilan snack, buah dan air minum. Namun harganya sangat expensive untuk ukuran air terjun ya, karena saya hanya berdua masing-masing bayar sekitar Rp. 350.000/ orang. Tapi kalau ramai-ramai lebih murah.

Selesai bayar kita di briefing dulu, katanya tracking nya susah dan lain-lain. Penasaran sesusah apa sih sampe harus pakai guide. Mari kita berangkat

Air terjun yang pertama dikunjungi yaitu Air terjun sendang gile, rutenya mudah sekali hanya menuruni beberapa puluh anak tangga dan selamat datang di air terjun sendang gile. kita sudah sampai haha cukup dengan 10-15 menit saja sudah sampai kok.

12

Air Terjun Sendang Gile

11

Air nya Segar sekali ^_^

Air terjun ini menurut saya biasa saja sih, tidak spektakuler. hehe Tapi saya suka airnya karena dingin dan segar. Jadi kurang afdol kalau tidak mandi dulu di air terjun ini. hehe Maklum anak gunung ya, puas foto-foto dan mandi lanjut ke air terjun selanjutnya yaitu air terjun tiu kelep. Track nya seru deh banyak yang bisa di lihat dan banyak spot foto-foto ala rimba.

Track pertama menanjak dengan anak tangga, lalu melewati jembatan yang dibawahnya adalah air irigasi, kalau mau sedikit tantangan kata guide nya bisa jalan atau perosotan di kolong jembatan itu. hehe

13

Ini jembatan untuk menyebrang

Kalau kita sih ya nyebrang yang standar saja sambil foto ala-ala.

14

Happy Face

Lalu jalan mendatar disamping selokan yang airnya jernih sekali yang katanya untuk pengairan ke rumah-rumah warga jadi jangan coba-coba pipis atau pup disitu ya. Track berikutnya menyebrangi sungai tidak terlalu deras, tapi tetap hati-hati karena beberapa orang yang tidak terbiasa bisa tergelincir karena batuan yang licin. Berikutnya track menanjak dan jalak setapak, dan sampailah di air terjun tersebut.

15

Salah satu spot untuk foto

 

16

Sungai yang di sebrangi

Sesungguhnya guide itu kasihan, kita asik foto-foto dan dia nunggu kita sampai bosen dan jalannya lama banget karena kebanyakan foto. hehe

Kalau mau mandi dan mendekat ke air terjun itu, harus melewati sungai-sungai gitu tidak bisa dari jalan tanah langsung berenang. Be careful ya, banyak yang tidak turun berenang karena takut jatuh dan arusnya deras. Tapi kalau saya sih santai saja malah berenang paling lama di air terjun itu. hehe

17

Enjoy Fresh Water

Kalau ke lombok, wajib mampir kesini tapi jangan lewat guide-guide itu mahal. Langsung saja ke loket kalau sudah buka, bilang saja orang lombok asli tinggal di mataram. Kecuali turis asing ya tidak bisa bilang orang lombok asli.

Perjalanan kami lanjutkan untuk menyebrang ke gili trawangan, karena malam ini kami menginap di gili trawangan. Sebelum nyebrang kita makan siang dulu di nasi balap puyung dekat dermaga, dan saat makan driver kami menawarkan pembelian tiket speedboat untuk menyebrang tidak perlu ke loket dermaga cukup beli di agen tiket sebelah. Harganya Rp. 250.000/ orang, lalu saya tanya “ini boat ny private atau gabung?”. Mereka jawab “gabung mbak, kalau private harganya sejuta”. Sebetulnya saya tidak mau, karena mahal banget. Tapi saya tanya teman saya, gimana? teman saya bilang y sudah kita naik ini saja. Ya akhirnya ikut saja, kenapa saya bilang mahal karena waktu bulan April saya ke sana saya sewa boat Rp. 1.300.000 sudah menyebrang ke Gili Trawangan pulang pergi dan hopping island include peralatan snorkeling seharian untuk 3 orang dan boat nya private speedboat.

6

Kondisi di dalam speedboat

Dan ternyata speedboat ini, setiap agen jualnya beda-beda. Sedih rasanya kaya tertipu gitu, akhirnya saya laporin driver yang saya pakai ini ke driver langganan saya. Jadinya kecewa karena driver ini tidak merekomendasikan yang baik. Perjalanan speedboat ini tidak langsung ke gili trawangan, mereka mengantar dan menjemput penumpang dulu di gili meno dan gili air. Perhentian terakhir adalah gili trawangan.

Sampailah kami di gili trawangan, dan di jemput oleh orang hotel dengan sepeda karena disini tidak ada mobil. haha

Di sini kami menginap di Baledatu Bungalow, mungkin ini bisa di bilang seperti guest house yang kamarnya saja hanya 5. Tapi rata-rata yang menginap disini yang long stay lebih dari 1 minggu. Pengelolanya pria-pria muda yang baik dan ramah-ramah, tapi lupa namanya siapa. haha

Sampai di hotel, kita diberikan welcome drink yang rasanya tuh enak banget padahal cuma orange juice tapi asli tanpa syrup dan sepertinya ditambah buah lain juga.

Bungalow ini walaupun kecil tapi lengkap, ada kolam renang, mini bar, kamar dan kamar mandi bersih, free sepeda selama kita menginap, plus free guide juga.

Kita istirahat sebentar dan mandi, lalu siap-siap untuk jalan-jalan mencari sunset yang walaupun ternyata mendung tapi kita tetap semangat dan sampai akhirnya kita mampir di suatu resto yang bernama Casa Vintage Beach. Konsep resto ini ala-ala bohemian ada api unggun nya kalau malam sudah mulai tiba. Romantic place to enjoying your drink and sunset pokoknya.

656

When Sunset not coming, but ambiance still romantic

Untuk rasa makanan lumayan, minumannya enak. Saya pesan cocktail dan pulang langsung berasa berat. Haha

Terus kita sempatkan mampir ke pasar malam, teman saya penasaran dengan makanan yang ada disitu, tapi saya tidak membeli karena geli sendiri liat makanannya. Mungkin karena saya kurang suka makan di tempat makanan yang crowded plus tenda-tenda yang terlihat agak kotor.

Demikianlah kisah perjalanan kita hari ini, sampai jumpa di petualangan selanjutnya besok hari.

 

 

 

Lombok : Liburan Akhir Tahun 2016 Hari ke-2

Selamat pagi semuanya^_^

Sudah siap untuk petualangan hari kedua saya di Lombok, pagi ini saya akan sarapan dahulu di hotel. Menu pilihan saya seperti biasa yaitu buah, sosis, telur, dan kentang goreng. Sambil sarapan saya tunggu supir yang akan menjemput dan mengantar saya ke Gili Kondo yang merupakan objek wisata Lombok Timur.

Supir sudah siap dan saya pun sudah siap untuk berangkat, perjalanan ditempuh sekitar 2 jam dari hotel tempat saya menginap. Perjalanan cukup membosankan secara jalanan lombok sangatlah lancar, dan sinyal hp sudah mulai tidak ada ketika sudah mendekati Gili Kondo. Untungnya disuguhi dengan pemandangan bukit yang cantik-cantik.

4

Di Telp Atasan Kantor ^_^

Ketika diperjalanan dan sinyal hp saya mulai timbul tenggelam, atasan saya menghubungi karena sore nanti akan ada kuliah yang dilakukan dengan conference call di tiga negara (Indonesia (Jakarta & Surabaya), Korea, Taiwan). Atasan minta saya untuk cek kesiapan semuanya, saya berusaha hubungi hotel tempat atasan saya menginap, orang IT kantor, dan admin. Super panik ketika itu karena sinyal pun mulai hilang, dan alhamdulillah semua persiapan selesai sebelum saya berangkat mengarungi pulau-pulau di sekitar Gili Kondo.

5

Let’s Goooo

Sampailah saya di Gili Kondo, di sini saya sudah ditunggu oleh Pak Jeffry.  Pak Jeffry ini salah seorang yang memiliki usaha kapal dan kapalnya paling banyak di Gili Kondo untuk digunakan hopping island disini. Harga sewa kapalnya cukup murah sekitar Rp. 400.000/ kapal (max. 8 orang). Jika tidak membawa peralatan snorkeling bisa menyewa Rp. 25.000/ set (include mask, pin, pelapung). Biaya masuk Gili Kondo sendiri Rp. 6000/ orang.

Yuk kita mulai pengarungan Gili Kondo, karena hari sudah mulai siang jadi guide kapalnya menyarankan untuk ke Gili Kapal (Gusung pasir) karena semakin siang pulau ini akan tertutup oleh air laut. Disini saya hanya foto-foto saja karena cuma sebentar pulaunya hampir tenggelam.

10

Gili Kapal

 

Selanjutnya saya pergi ke Gili Bidara, disini terkenal banyak ikan nya dan betul ikannya banyak sekali dan menemukan ikan nemo. Karena arus yang kencang, saya berenang menggunakan tali karena takut terbawa arus. Jadi harus ikutin guide kapalnya, disini guide kapal juga yang akan memandu selama kegiatan snorkeling.

15492054_10154844195776591_7618450471020850068_n

Nemo @ Gili Bidara

Pulau berikutnya yang saya kunjungi adalah Gili Lampu disini banyak sekali bintang laut, seperti surganya bintang laut. Bintang lautnya gemuk-gemuk sekali, tapi harus hati-hati snorkeling disini karena terlalu dangkal jangan sampai merusak terumbuk karang ya.

15621584_10154844191886591_1042508584395134063_n

Bintang laut @ Gili Lampu

Kok dari tadi Gili Kondonya tidak dikelilingi? tenang sekarang yu kita kunjungi Gili Kondo. Disini pasirnya lembut sekali dan campur dengan warna pink, warna pink dari terumbuk karang yang rusak dan akhirnya menjadi butiran pasir berwarna pink. Saya snorkeling sebentar, karena hujan deras jadi memutuskan untuk mengelilingi pulau ini dari ujung ke ujung. Di pertengahan bisa melihat pulau yang kalau tidak sedang pasang, bisa menyebrang ke pulau tersebut dengan berjalan kaki melewati gusungan pasir. Sayangnya saat itu sedang hujan besar dan gusung pasir tertutup jadi cukup melihat pulau tersebut dari jauh saja.

14600988_10154844190426591_49823303983388077_n

Koral Pink @ Gili Kondo

Dari tadi snorkeling keliling pulau, tapi tidak makan atau istirahat y. Memang di Gili ini tidak ada penjual makanan yang menjajakan makanan, jadi kalau berniat istirahat sambil makan-makan bawalah makanan sendiri dan piknik di pinggir pantai.

Perjalanan kita lanjutkan menyusuri pulau dengan hutan mangrove, disini tidak boleh snorkeling karena takut merusak ekosistem yang ada. Cukup menikmatinya saja diatas kapal dan saya duduk di atas kapal sambil sesekali foto-foto. Dari atas kapal saja sudah terlihat ikan-ikan, bintang laut, bulu babi dengan jelas. Karena air laut yang masih sangat jernih.

7

Mangrove

 

Sampailah di pelabuhan tempat awal memulai snorkeling dan supir mengantar ke rumah Pak Jeffry untuk saya bersih-bersih mandi. Saat ambil pakaian di bagasi mobil, saya kebelet pipis karena sudah tidak tahan akhirnya pipis di jalan sambil berdiri dengan pakaian renang lengkap. hiks

Selesai mandi dan bersih-bersih, lanjut mencari makan dan makan ayam taliwang nada. Salah satu kuliner lombok yang saya suka karena pedas, ayamnya kecil jadi satu orang satu ayam. hihi

menu 2

Makan

Malam ini saya menginap di daerah senggigi tempatnya di Grand Sengigi Hotel, rekomendasi salah seorang teman kalau tidur hanya sesaat pilih hotel ini saja. Karena hotel ini masih baru dan lumayan bersih, harganya juga murah sekitar Rp. 300.000/malam (include breakfast).

8

Tampak Hotel Samping Kiri

9

Kamarnya

Ok lah untuk harga murah dengan kamar yang bersih ada kolam renang dan include breakfast. hehe orang tidur cuma beberapa jam saja, sampai jumpa di keseruan berikutnya. :p

Mohon maaf sekali minim foto, karena kamera 1 rusak dan harddisk pun rusak. Jadi yang terselamatkan hanya foto-foto ini saja. Mungkin ini kode kalau harus berangkat lagi kesana.

Info :

Sewa kapal Gili Kondo : Pak Jeffrey (087863316004)

Grand Sengigi hotel : Jl. Raya Senggigi KM.8, Batu Layar (+62 370 6194039)

Ayam taliwang nada : Jl. Raya Seggigi (+62 818-0524-5541)

 

 

 

Lombok : Liburan Akhir Tahun 2016 Hari ke-1

Finally hari yang paling ditunggu-tunggu di bulan Desember 2016 telah tiba. hehe Hari ini pagi nya di kantor ada acara graduation untuk mahasiswa, saya sebagai panitia ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dan setelah acara selesai saya langsung menuju bandara untuk perjalanan liburan panjang di bulan desember ini. Happy sangat

Saya memiliki jadwal penerbangan pukul 18.00 by Garuda Indonesia tujuan Lombok. Asli ini menyenangkan banget, karena liburan paling lama sejak 15 Desember 2016 dan akan kembali 2 Januari 2017. hihi

Seperti biasa check-in di terminal 3 ultimate yang baru ini, kalau saya perhatikan design nya mirip dengan bandara di hongkong, mirip sekali. Tapi saya kurang suka, karena disini terasa panas, ac nya kurang terasa mungkin karena sebagian besar design ini terbuat dari kaca jadi ketika matahari masuk ac kurang berfungsi.

ultimate

Terminal 3 Ultimate

Sambil menunggu di panggil untuk boarding, kita santai-santai dulu sambil charge hp, kamera, dan gosip-gosip kecil di lounge.

With Rena at T3 Ultimate Soekarno-Hatta international Airport

Waiting @ Terminal 3 Ultimate

Dan di panggil juga untuk boarding, horee begitu di pesawat langsung atur posisi dan nonton. Kalau mis jen sih langsung tidur, saya paling tidak bisa tidur di pesawat kalau tidak terasa capek sekali. Tidak lama pramugari menawarkan menu makan malam hari ini, dan saya memilih lasagna, karena malas makan nasi ayam. Makanan pesawat y jangan berharap lebih, seperti biasalah rasanya kecuali naik business class. hehe

2 jam perjalanan tidak terasa dan akhirnya sampailah kita di bandara international lombok, asli ngantuk dan capek banget rasanya. kita menuju lobby bandara untuk dijemput oleh hotel yang kita book untuk malam tersebut. Malam ini kita menginap di Dmax Hotel & Convention, jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara sektiar 15 menit berkendara dengan mobil. Sebelum menuju hotel, driver nya menawarkan untuk membeli makan dahulu dan cemilan di restaurant nasi balap puyung cahaya dan indomaret di sampingnya. Lalu kita belilah makan dan emang nasi balap puyung ini enak dan saya suka banget plus murah. haha karena di bungkus, jadi tampilannya kaya nasi rames beda kalau dengan makan di resto nya langsung. Tapi tidak mengurangi rasanya kok, tetap enak. hehe

nasi-balap-puyung-dengan

Nasi Balap Puyung @ Rp. 18.000

Sampai di hotel kita check in, dan untuk biaya pick up bandara oleh hotel ini dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000/ pick up. Jadi daripada tawar menawar taxi, saya lebih memilih jasa pick up bandara oleh hotel karena jelas dan tidak perlu tawar menawar. Masuk kamar dan karena hotel ini masih baru, jadi kamarnya pun masih tetap bagus dan ok lah untuk harga 1 malam nya Rp. 400.000 (Include Breakfast). Fasilitas lainnya ada kolam renang dan tempat gym juga loh.  Jadi ok kan breakfast nya juga lumayan kok, selama ada telur, sosis dan kentang. amanlah pokoknya.

Kamarnya bersih dan rapih banget, furniturenya juga masih bagus karena baru kayanya ya. Kamar mandi nya juga bagus bersih terawat. hehe

This slideshow requires JavaScript.

Saatnya kita tidur, karena besok pagi kita akan explore lombok timur yang perjalanannya sekitar 2 jam dengan mobil dari hotel kita menginap. Good night ^_^

Info :

D’MAX Hotel & Convention Lombok

Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok, km 2, Praya, Lombok

Rumah Makan Cahaya (Nasi Balap Puyung)

 

 

 

 

 

 

Cirebon : Wisata Sejarah & Kuliner

Liburan kali ini paling aneh dan super tidak jelas, awalnya saya dan 2 orang teman berencana untuk membeli tiket liburan ke Bangkok pada satu malam. Tiba-tiba salah satu teman saya berkata “Kita kapan ke Cirebon? Jangan ngomong doang”, lalu satu teman menjawab “Ya sudah weekend ini aj, gimana?”. Saya jawab “Ok, buka sekarang web tiket kereta”.

Alhasil malam itu bukan beli tiket ke Bangkok, tapi malah beli tiket ke Cirebon. So this is our one day trip to Cirebon.

Kita pergi dengan kereta Cirebon Express yang paling pagi pukul 05.30 dari stasiun gambir menuju stasiun Cirebon. Sampai di Cirebon pukul 09.00, dan sudah di tunggu oleh driver yang kita sewa untuk seharian di Cirebon.

tiket

Tiket Kereta

Perhentian pertama kita di Cirebon yaitu sarapan “Nasi Jamblang Bu Nur” yang lokasinya ada di Jalan Cangkring II No. 34, Kejaksan, dekat Grage Mall. Jalanan ke sini sempit banget, dan begitu sampai di tempat ini ramai sekali padahal itu kan masih pagi ya. Penasaran juga kenapa ramai dan apa sih itu Nasi Jamblang? padahal dari kecil sering banget ke Cirebon hampir setiap tahun ke kota ini dan mainnya ya ke Grage Mall juga, tapi tidak pernah mencoba Nasi Jamblang.

nasi-jamblang

Nasi Jamblang

Nasi Jamblang adalah nasi kecil yang di bungkus daun jati dan dalam kondisi masih hangat, lalu kita pilih untuk lauknya apa saja. Mirip-mirip ampera atau warteg gitu lah ya, bedanya cuma di nasi saja karena di bungkus daun jati. Kali ini saya pilih lauk nya bakwan jagung, udang pedas, sate usus, dan sambal pedas. Rasanya enak deh karena hangat kali ya, dan minumnya teh tawar hangat, nikmat alhamdulillah. 😀 Salah satu wisata kuliner wajib cobalah kalau ke Cirebon. Harganya juga tidak terlalu mahal, saya punya hanya sekitar Rp. 12.000.

Kenyang makan, lanjut perjalan selanjutnya menuju Keraton Kanoman Cirebon yang terletak di Jl. Winaon Kampung Kanoman, Kanoman. Keraton ini erat kaitannya dengan sejarah agama islam, yang mana berkaitan dengan Sunan Gunung Jati. Disini juga selalu ada kegiatan Grebeg Syawal untuk berziarah ke makan leluhur. Sampai saat ini, keraton masih di pimpin oleh seorang raja yang konon katanya masih single. :p (ini waktu saya berkunjung bulan maret 2016 ya) Kalau sekarang ya kurang tau juga deh. haha

istana

Istana Keraton Kanoman Cirebon

pangeran

Raja Keraton Kanoman (Saat ini)

Disini juga ada museum yang menyimpan benda-benda bersejarah dan ada beberapa benda yang masih digunakan saat acara-acara keraton dan juga banyak porcelain asli dari china yang menghiasi dinding-dinding keraton.

porcelain

Porcelain

Lalu di Keraton Kanoman ini juga terdapat gereja yang sengaja di bangun untuk menghormati warga yang beragam kristen. Sejak dulu saja walau berbeda agama, bisa saling menghormati dan tenggang rasa, tapi kenapa sekarang malah pada ribut sih ya.

gereja

Gereja Kanoman

Next kita lanjut ke tujuan selanjutnya, Keraton Kasepuhan Cirebon. Keraton ini lebih besar, lebih terawat dibandingkan dengan Keraton Kanoman Cirebon. Tapi di Keraton Kasepuhan Cirebon kita tidak bisa masuk ke istananya, karena tertutup hanya untuk keluarga dan tamu undangan keraton saja yang dapat masuk.

keraton-kasepuhan

Keraton Kasepuhan Cirebon

Disini juga mereka memiliki museum benda-benda sejarah dan masih digunakan sampai sekarang ini. Kereta kencana yang selalu digunakan setiap event-event keraton Cirebon.

keraton-kasepuhan-2

Selesai keliling keraton, kita mampir ke tempat oleh-oleh untuk beli batik dan makanan khas cirebon, juga makan empal gentong. Kita makan empal gentong H. Apud rasanya ya lumayan dan ramai sekali, sepertinya makan empal gentong lebih enak sore atau malam hari karena makannya sup.

empal-gentong

Empal Gentong

Makan kenyang, oleh-oleh sudah, jalan-jalan sudah, berikutnya bingung mau kemana lagi, karena cirebon hanya disitu-situ saja. Jadi akhirnya kita putuskan untuk di drop di mall saja sambil ngemil & ngopi-ngopi. Sekarang mall di Cirebon sudah mulai banyak, dulu kayanya cuma garage doang.

Berakhirlah sudah liburan kita kali ini, sampai jumpa di trip selanjutnya. Happy Holiday ^_^