Bangkok : Dinner Cruise Chao Praya River

Mau dinner cantik ala ala di cruise yang menyusuri sungai Chao Praya. Untuk bisa dinner disini, harus beli paket dinner yang dijual travel agent atau langsung ke office cruise yang ada di River City Mall. Kita akan mulai dinner dengan naik cruise dari mall ini

Saya beli paket dinner ini online lewat travel agent saat masih di Indonesia, jadi mereka hanya berikan kita evoucher gitu untuk ditukar dengan tiket saat dinner. Harga paket sekitar Rp. 400.000/ person y, says pilih Princess Cruise. Kenapa pilih ini? Padahal banyak cruise lainnya, karena reviewnya paling ok dan banyak orang pilih.

Sampai di River City Mall, langsung ke office princess Cruise

Advertisements

Bangkok : Shopping till drop

Bangkok adalah surga bagi pecinta belanja terutama wanita yang Suka fashion terkini ๐Ÿ˜‚ including me

So pagi-pagi saya & adik sudah siap berpetualang ke berbagai tempat belanjar. Saya sengaja prepare tas lipat until belanja yang ada roda nya ๐Ÿ˜‹niat kaaaan? Emang harus niat guys

Tujuan pertama kita adalah Pratunam Market yang lokasinya ada di

869/15 Ratchaprarop Rd Google maps saja ya biar akurat. Ada apakah disini?

Pratunam market isinya berbagai macam fashion mulai dari anak-anak sampai dewasa yang buka sejak subuh sampai siang hari. Tips belanja disini :

1. Suka, cocok langsung beli jangan mikir lagi karena belum tentu ketemu lagi tokonya

2. Dalam satu toko beli minimal 2 baju biar lebih murah bisa mix model

3. Pakai baju yang nyaman, karena asli disini banyak banget orang

Di Pratunam Market saya dapat baju 5 atau 6 ya #lupa ๐Ÿ˜‚

Next janjian dengan teman di Chatucak Market yang ada hanya di hari Sabtu & Minggu, so kalau kalian ke Bangkok usahakan ada hari Sabtu atau Minggu nya. Tidak wajib sih itu pilihan guys. Hehe

Chatucak market ini super luas dan ramai pengunjung, plus panas. Outfit paling enak sih tank top dan celana pendek, sandal jepit.

Tipsnya hampir Sama seperti di Pratunam Market kalau belanja di Chatucak. Suka, cocok langsung beli. ๐Ÿ˜†

Beli banyak Makin murah, seperti saya beli bikini 3 model harga satunya jadi sekitar Rp. 70.000. Muraaah banget biasa saya beli Rp. 300.000 an

Kalau lapar, bagi kamu kamu yang Muslim Ada satu resto yang halal dan terkenal, kalau menurut saya sih rasanya B saja alias biasa saja. Cenderung today enak

Maaf tidak sempat foto-foto karena sibuk belanja. Foto pas lagi makan siang saja. Seperti ini makanan halal di Chatucak

Restaurant halal di chatucak

Sekian dan terima kasih untuk cerita belanjanya. Sebetulnya did Bangkok sambil Jalan lihat yang lucu bisa langsung beli sih. Seperti saya beli lipstick di 7eleven karena bentuk Mickey mouse. Haha

My Bed Sathron Hotel

Liburan akhir tahun 2017 ke Bangkok, dan stay di hotel My Bed Sathron. Ini hotel pilihan adik saya, letaknya di daerah sathron gitu. Hotel bintang 2 ini cukup ok untuk tempat menginap saat liburan di Bangkok jika hanya untuk tidur saja ya, karena murah dan bersih daripada di nginep di hostel yang sharing mending disini.

Akses menuju hotel ini bisa dengan MRT atau BTS, dari stasion dibutuhkan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki ya. Lumayan sih y jalan kakinya, tetapi hotel ini dekat dengan tempat makan atau mini market, dan tempat wisata juga pastinya.

IMG_20171202_214048

Area Lobby

Saat pertama masuk lobby hotel ini amat sangat bersih, suka banget deh. Di lobby ada rak yang menimpan snack, minuman, peralatan mandi untuk mereka jual, tinggal ambil dan info ke pihak hotel kita ambil apa dan bayar.

Jangan sedih y hotel ini dilengkapi juga dengan lift, jadi sangat luggage friendly sangat penting untuk saya. Saya mendapat kamar di lantai 3, dan begitu lihat kamarnya bersih dan bagus untuk harga Rp. 350.000/ malam y. Kamar mandi juga di lengkapi air hangat loh, wifi kencang bisa video call.

Untuk sarapan, mereka menyediakan sarapan dengan pilihan roti, sereal, susu, kopi, teh, dll tinggal ambil di lobby.

IMG_20171203_070435

Sarapan

Overall worth it lah kalau mau menginap murah di bangkok tetapi bukan hostel bisa menjadi pilihan ya hotel ini. Saya suka karena hotelnya bersih, sampai jumpa di review hotel selanjutnya

 

Cikidang Plantation Resort

Sekali-kali pulang ke Sukabumi boleh lah ya nginep di hotel, kali ini saya pilih menginap di Cikidang Plantation Resort. Tempat ini sebetulnya tidaklah jauh dari kebun keluarga saya, tapi namanya juga ingin tahu jadi ya ok saja kan y.

IMG_20180113_180755-01

View Shaolin School

Resort ini di bangun sudah cukup lama, awalnya mereka membangun real estate dimana menjual rumah dapat bonus perkebunan sawit. Dan resort ini satu group dengan Cikidang Hunting Resort juga. Ok kita mulai review ya untuk Cikidang Plantation Resort ini.

Perjalanan menuju resort ini lumayan jauh memakan waktu sekitar 1.5 jam dari rumah saya yang di sukabumi, kalau dari jakarta dibutuhkan waktu sekitar 5 jam. Resort ini memang lokasinya di dalam perkebunan sawit, jadi sebaiknya datang sebelum pukul 17.00 sore agar jalanan masih terlihat terang dan tidak sepi. Jangan lupa untuk membawa perbekalan cemilan yang banyak y, karena kalau mau jajan jauh sekali guys.

IMG_20180113_181229

Lobby Hotel

 

Sampai di resort, saya check in dan suasan lobby diberikan ornament khas china dan juga binatang-binatang buruan. Selesai check in saya diantar ke kamar, dan disini tidak tersedia lift ya guys jadi harus naik tangga, tenang saja disini hanya sampai lantai 3 kok hotelnya jadi masih ok kan y tanpa lift.

Kamar yang saya dapatkan menghadap view pegunungan, kebun sawit, dan golf dengan balkon yang besar. Kamarnya pun bagus lengkap dengan kulkas, tv, kamar mandi lengkap dengan air hangat, ac, dll.

Karena jauh kemana-mana, untuk makan malam saya memesan dari restaurant hotel bisa diantar ke kamar y guys dan harganya juga sangat terjangkau plus rasanya enak menurut saya, tidak hanya saya menurut keluarga saya.

IMG_20180113_193657

Dinner

Untuk makan malam, memesan nasi goreng karena saya sudah lama tidak makan nasi goreng dan dessert memesan pisang goreng yang rasanya enak banget.

Aktivitas malam hari y do nothing hanya nonton tv main hp, sampai tertidur. Besok pagi nya saya berenang di kolam renang yang Olympic size. Tetapi sebelum berenang, saya dan adik saya sarapan di restaurant dengan view pegunungan. Untuk sarapan kita memilih mau western atau indonesia, saya memilih american breakfast dan minumnya orang juice. Rasa breakfast nya juga enak loh, dan yang pasti orange juice nya asli dari jeruk bukan sirup. Enak banget

Selesai sarapan, saya pergi berenang yang air nya dingin sekali tapi lama-lama sih ya terbiasa juga.

Fasilitas lain hotel ini juga ada :

  • Shaolin school
  • Golf
  • Pancing extreme
  • Horse riding
  • Wisata buru
  • Kebun binatang

Menurut saya hotel ini ok bagi anda yang ingin suasana alam, jauh dari keramaian juga.

Resinda Hotel

Ok guys, hari ini saya akan review salah satu hotel yang satu group dengan hotel Padma yaitu Resinda Hotel Karawang.

Pasti semua orang tidak akan pernah terpikirkan akan berlibur ke kota Karawang kan guys? sama Saya pun juga begitu, ada apa di Karawang? Tidak menarik sekali ya liburannya.

Tapi akhirnya pemikiran itu pun berubah, karena apa? karena di Karawang ada hotel yang super lengkap dengan berbagai penawaran yang menarik yaitu “Resinda Hotel Karawang” managed by Padma group. Saya sangat puas dengan hospitality nya Padma, so saya pun berharap yang sama untuk Resinda Hotel ini.

Perjalanan dari Jakarta menuju Resinda Hotel jika lancar hanya memakan waktu sekitar 2 jam saja, karena macet dan mampir dulu ke rest area untuk beli makan perjalanan menjadi 3 jam (ini makannya take away y). Kemacetan terjadi seperti biasa sampai gerbang tol bekasi, selanjutnya lancar.

IMG_20180120_173114

Resinda Hotel

Sampailah saya di Resinda Hotel “Selamat datang di Resinda Hotel”. Hotelnya tinggi, besar, mungkin ini yang tertinggi dan terbesar di Karawang dengan 22 lantai dan menariknya lagi sampingnya adalah Mall yang katanya mall terbesar sejawa barat guys “Resinda Park Mall”. Mall ini masih satu group dengan Resinda Hotel juga. hehe

Karena saya sampai sudah malam, jadi sudah mulai sepi orang check in. Proses check in cepat dan langsung menuju kamar, saya minta kamar di lantai atas dan ternyata benar diberikan di lantai 21. View kamar adalah persawahan, kolam renang, dan mall. Oia saat check in kita akan diminta deposit bisa dengan kartu kredit atau cash, nanti jika kita ada additional charge seperti makan di resto akan dipotong dari deposit tersebut. Karena 2 malam saya di minta deposit sebesar Rp. 1.000.000.

Saat buka pintu kamar, happy lihat kamar yang luas lengkap dengan bathtub, tv, kulkas, radio, alarm, sofa, dll. Mereka menyediakan compliment buah-buahan, kali ini buahnya pir. Tipe kamar ini Grand Deluxe y guys. Lengkapnya nanti bisa lihat di website hotelnya langsung https://www.resindahotel.com/.

This slideshow requires JavaScript.

Istirahat langsung try bathtub karena gerah dan perlu mandi, akhirnya berendam dengan air hangat di bathtub. Kamar mandi ini cukup luas, karena ada bathtub, shower terpisah, wastafel, dan closet.

Hari ke-2 di Resinda Hotel saya sarapan sekitar pukul 08.00 di restaurant Oryza restaurant bentuknya buffet dengan menu western (sosis, aneka telur, hashbrown, burger, roti, dll), indonesia (tahu tek, sate, soto padang, aneka dessert, jamu, dll), asia (japanese food, chinese food). Yang paling saya suka yaitu miso soup, green & orange juice, sushi, dan ice cream (additional charge). Tapi es krim nya enak banget saya suka yang green tea, sampai 2 kali beli. hehe

Selesai breakfast, saya masih duduk-duduk di depan kolam renang karena kamar saya minta dibersihkan. Saya pikir sudah selesai, ternyata belum dan akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Resinda Park Mall tanpa membawa uang sepeser pun, dengan sandal hotel dan celana pendek. Pukul 10.00 Mall masih sepi sekali, untuk menuju mall dari hotel ini cukup menyebrang dengan jembatan yang indoor full ac dari lantai M hotel.

Saya ke kamar kembali sekitar pukul 12.00 karena masih kenyang jadi tidak berniat untuk makan siang, padahal sebetulnya ada penawaran menarik untuk makan japanese food all you can eat di Tenkai Japanese Restaurantย  di lantai lobby.ย  Harganya sekitar Rp. 150.000++ dan hanya ada setiap kamis malam dan sabtu siang. Jadi ini belum kesampaian deh.

IMG_20180120_071258

Japanese All You Can Eat

Bangun tidur siang, sekitar pukul 17.00 saya putuskan untuk berenang. Hotel ini memiliki fasilitas kolam renang dengan kedalaman sekitar 1.2 M untuk dewasa dan ada untuk anak-anak 0.4 M. Disini juga disediakan tempat gym, dan yang paling menarik perhatian saya adalah tempat jacuzi, sauna, dan pemandian ala jepang. Kalau tempat Jacuzi dan pemandian ala jepang harus dilihat jamnya ya, karena ada jam-jamnya. Untuk Pria dari pukul 09.00 – 14.00, untuk Wanita pukul 15.00 – 18.00. Bisa di cek ulang saat menginap.

Saya pun mencoba Jacuzi dengan suhu air 40 derajat celcius, sebelum Jacuzi kita disarankan untuk membersihkan badan dahulu di tempat pemandian ala jepang, baru masuk ke kolam jacuzi, setelah selesai jacuzi coba untuk masuk ke kolam air yang suhu nya 11 derajat celcius asli dingin. Saya hanya tahan 5 menit saat berendam di kolam dingin, kaki langsung gemetar. Tapi sudahnya badan enak sekali dan berasa kulit jadi halus.

This slideshow requires JavaScript.

Sekitar pukul 18.00 saya kembali ke kamar untuk mandi ganti baju dan siap-siap untuk pergi karaoke di Resinda Park Mall. Sudah book 2 jam untuk karaoke di NAV. Enaknya hotel ini lokasi nya strategis dekat kemana-mana.

Hari ke-3 untuk breakfast sama tetap di Oryza restaurant dan saya pesan ice cream lagi. Tempat ice cream nya bisa di putar seperti jam.

IMG_20180120_095407

Ice Cream

Selesai sarapan saya langsung berenang, hari ini kolam full anak-anak karena weekend. Disini untuk anak-anak kalau weekend ada daily activities yang disediakan oleh pihak hotel, ada juga kids play ground juga.

IMG_20180120_091516 (1)

Kids Play Ground

Sudah pukul 09.00 saya bersih-bersih mandi dan packing siap-siap untuk check out. Saya check out sekitar pukul 12.00 dan tidak langsung pulang. Saya mencoba all you can eat dimsum di Hai Wang Chinese Delight Restaurant ini juga ada di Hotel letaknya di lantai M. Untuk all you can eat harganya Rp. 158.000++ per person ya guys, bisa makan dimsum sampai mual. hehe Dan dimsumnya enak-enak deh, saya makan ceker saja habis 3 porsi. ๐Ÿ˜€

Ini sebagian kecil dari dimsum yang saya makan, karena masih nambah-nambah lagi dengan jenis dimsum yang sama jadi tidak di photo lagi. Dan tempat dimsum nya langsung dirapihkan oleh pelayan agar tidak menumpuk di meja.

Overall pengalaman saya menginap di Resinda Hotel ini sangat memuaskan, terutama dengan penawaran-penawaran yang menarik untuk makanan. Mereka memiliki banyak penawaran untuk makanan seperti :

  1. Padlelicious : all you can eat pasta dan mie setiap hari dari pukul 18.00 – 21.00 di Oryza Restaurant, Rp. 75.000++
  2. Japanese all you can eat setiap Kamis (18.00 – 21.00) dan Sabtu (11.30 – 14.30) di Tenkai Japanese Restaurant, Rp. 150.000++
  3. Dimsum brunch all you can eat setiap Minggu (07.30 – 14.00) di Hai Wang Chinese Delight, Rp. 158.00++
  4. Lobster Lover’s Dream di Oryza Restaurant, Rp. 198.000++

Selamat mencoba ya guys, siapa tahu tertarik bisa langsung reservasi via website langsung karena banyak promo dengan kartu kredit. Oia hotel ini jarang sekali menggunakan bahasa indonesia untuk informasi, rata-rata bahasa inggris dan jepang. Karena banyak xpart jepang yang tinggal di hotel ini.

Sampai jumpa di review hotel selanjutnya y guys. Enjoy your day

Flores : Waerebo Tak Terlupakan

Selamat pagi semuanya, enaknya tidur di pegunungan rasanya bangun tidur segar udaranya. Mata lihat pemandangan hijau-hijau dan dingin.

Kegiatan pagi ini kita awali dengan take picture dulu ya guys, karena bagus banget masih banyak awan-awan gelayutan gitu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Good Morning

DSC_0954

Anak MisJen Banyak

Selesai foto-foto, kita berkunjung ke rumah-rumah warga waerebo. Di salah satu rumah kita disuguhi kopi khas flores, kopi hitam terus saya coba minum dan ternyata tidak buat sakit maag. Sambil berbincang, disuguhi juga makanan talas atau apa y lupa sejenis umbi-umbian yang dimasak dengan bumbu seadanya. Tapi enak, ternyata mata pencaharian utama mereka adalah bertani diantaranya kayu manis, jagung, padi, umbi-umbian.

Dalam 1 rumah diisi oleh beberapa kepala keluarga, dan kamar digunakan oleh orang tua sedangkan yang lain tidur di tengah rumah yang ditengah-tengahnya itu adalah dapur. Dapur pun digunakan bersama untuk beberapa kepala keluarga dan memasak pun untuk semua kepala keluarga tidak hanya untuk keluarganya saja.

Selesai keliling ke rumah-rumah, kita diminta untuk sarapan di rumah khusus tamu dan sudah disiapkan menu sarapan nasi goreng dengan telur.

Selamat bersarapan dan sepanjang sarapan ada geng cowok-cowok dari Bali kalau tidak salah, kerjaannya ngejek driver kita karena kalah sama cewek-cewek saat trekking. haha

Selesai sarapan, kita pergi mandi di tempat pemandian warga waerebo di pancuran gitu, dan terbuka tempat mandinya, terus jadi mikir-mikir sambil nanya sama guide nya. “Ini aman? nanti ada yang ngintip ga?”

DSC_0982

Foto Sebelum Mandi itu Penting Sekali Sister

Guide bilang “Aman kok, ini pemandian khusus perempuan, pria tidak boleh kesini. Kalau Pria mandinya di bawah sana”.

Ok lah kalau gitu kita mandi sebelum mandi foto dulu, sesungguhnya mandi di pancuran gitu dengan terbuka terakhir waktu jaman masih SD kalau lagi nginep di kebun. Terus nanti ada orang lewat, ngumpet dulu pakai handuk. hihi

Selesai mandi, kita langsung siap-siap packing untuk check out dan pulang kembali ke labuan bajo. Sedih sih masih betah tapi apalah daya, yang pasti dengan datang ke desa ini membuat kita harus banyak bersyukur karena kita tinggal di kota yang diberikan segala fasilitas dan kemudahan.

20161226_093816

Sampai Jumpa lagi Waerebo, Dokter PTT & 2 Asisten. :p

Kalau liburan ke flores hendaklah datang kesini ya teman, karena menyenangkan sekali apalagi kalau datang pada saat ada acara adat besar biasanya di bulan agustus.

Kita trekking kembali, diperjalanan bertemu dengan cowok-cowok bali yang sebetulnya mereka sudah pulang dulu sekitar 1 jam yang lalu ternyata mereka istirahat dulu hanya sekedar untuk makan indomie, dan kita berikan makanan kita ke mereka juga agar meringankan beban. hehe

Akhirnya sampai juga kita di penginapan waerebo lodge, sampai disana kita makan siang dengan view persawahan. Rasa lagi liburan di kebun.

Selesai makan kita langsung perjalanan ke labuan bajo, sepanjang jalan tidur karena ngantuk berat. Malam ini kita tidur di hotel Green Hill Hotel, karena yang available hanya ini saja, reviewnya sih ok ya.

Check in dan kamarnya agak serem auranya. hehe untuk fasilitas ya lumayan ada air panasnya, penting banget untuk mandi. Kita istirahat sebentar, lalu pergi ke pasar malam yang tinggal jalan kaki dari penginapan untuk membeli makan. Sesungguhnya saya malas makan, apalagi ikan-ikan gitu. Akhirnya saya hanya beli martabak telur yang murah banget harganya Rp. 5000 atau Rp. 10.000 gitu ya lupa. Rasanya sih ya biasa saja jangan berharap banyak, hanya telur dan daun bawang. hehe habisnya langsung sakit tenggorokan karena micin dan minyak.

Lalu kita tidur untuk istirahat, karena perjalanan masih panjang guys. Besok kita ke Ende. horeee

Flores : Waerebo Penuh Pesona

Dan hari yang ditunggu-tunggu tiba, pagi hari pukul 07.00 setelah sarapan langsung bergegas menuju bandara ngurah rai untuk check in penerbangan pukul 08.00. Karena hotelnya di area bandara Ngurah Rai, jadi jalannya santai. hehe

wings

Pesawat Penyelamat Liburan Kita, Terima kasih Wings Air

Di counter check in, ketemu dengan keluarga Bapak yang marah-marah kemarin ternyata kita satu penerbangan yang sama. hehe semoga lancar y Pak hari ini, jadi Bapak dan keluarga bisa segera berlibur begitu pula saya.

Check in lancar, lanjut masuk gate untuk siap-siap boarding. Di perjalanan menuju boarding ada pengumuman bawah penerbangan GA pukul 08.00 tujuan labuan bajo terlambat sampai pukul 10.00. Asli dengan pengumuman itu, bikin takut dipikiran saya “Loh kok GA delay, terus kenapa Wings ini malah tetap jalan? Worries berat”.

Ok sudah di dalam pesawat, dan isinya adalah sebagian besar penumpang GA yang kemarin batal berangkat. Kaya semacam reunian gitu di pesawat, Bismillah ya semoga penerbangan pagi ini lancar kalau lihat dari cuaca sih cerah banget.

View sepanjang penerbangan cantik banget deh, pokoknya kalau lagi penerbangan ke indonesia timur selalu duduk di samping jendela. Biar dapat foto-foto yang bagus dari atas.

komodo

View dari atas Pesawat, Cantik bukan

Waktu penerbangan ditemputh 45 menit, dan alhamdulillah penerbangan lancar tanpa hambatan sesaat sebelum landing semua penumpang spontan bersorak “Hore akhirnya sampai juga ke labuan bajo”. hehe lucu sih ini kali pertama naik pesawat seolah-olah kita semua norak baru naik pesawat. Semua begitu turun dari pesawat langsung foto-foto termasuk saya juga sih ya, bukti kalau kita sudah di labuan bajo.

komod airport

Selamat datang di Komodo International Airport

DSC_0837

Kantong Pia Legong, tetap eksis

Di bandara, saya dijemput oleh sang yoga master yang sudah menunggu kita sejak beberapa hari yang lalu sampai akhirnya akrab dengan drivernya. hihi di bandara kita langsung berpelukan kaya teletubbies, jalinan kasih persaudaraan yang telah lama terpisah. haha

DSC_0840

Trip bersama Santri

Lanjut kita perjalanan menuju waerebo, perjalanan ditempuh hampir 4 – 5 jam dari labuan bajo dengan jalan mulus tapi berkelok-kelok dan pemandangan bagus. Pusing sebetulnya jalannya berkelok-kelok, ditambah drivernya yang bawel banget.

Waerebo

ย Mobil kita harus lewatin sungai di depan

Sepanjang perjalanan kita seperti artis, kalau ada penduduk mereka dadah-dadah ke kita, ketemu anak-anak habis main di sungai, view nya pegunungan dan ada laut juga.

Untuk menuju waerebo, starting pointnya ada di desa dintor dan denge, Kalau saya mulai dari dintor di penginapannya milik Pak Martinus namanya Waerebo Lodge. Contacnya 0852 39344046, martin_anggo@yahoo.com. Disini kita bisa sekedar singgah untuk besok disiapkan makan siang atau bisa juga menginap disini. Kalau saya hanya minta disiapkan makan siang saja untuk besok, karena saya akan menginap di waerebo. Tour guide menuju waerebo juga disediakan dipenginapan ini, karena ke waerebo tidak boleh sendiri harus didampingi oleh guide yang sebetulnya mereka adalah keturuan suku waerebo juga yang sudah pindah ke desa.

dintor

Waerebo Lodge

Sampai di waerebo lodge sekitar pukul 16.00, kita tidak bisa berlama-lama karena akan langsung trekking ke waerebo. Jadi persiapan hanya membawa perlengkapan secukupnya saja, sisanya barang kami tinggal di mobil.

Saya mulai jalan kaki di post 1, jadi dari waerebo lodge diantar dengan mobil dan dilanjutkan naik ojeg agar mempersingkat waktu trekking. Ongkos ojegnya sekitar Rp. 25.000 (pulang pergi), jadi besok kita dijemput ojeg sekitar pukul 11.00.

Guide memberikan info trekking normal santai biasaya ditempuh selama 4 jam, kalau sudah terbiasa olah raga atau trekking ada jalan pintas yang bisa lebih cepat sampai namun rute nya sedikit curam. Ok let’s go girls, percuma kan ya pada ngegym sama yoga kalau trekking nya lambat malu-maluin. Karena guide lihat kita sudah biasa trekking maka dipilihlah jalan pintas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Master Yoga mau Trekking saja tetap Modis y sis

Ok, seperti biasa saya jalan paling depan dan di belakang adalah diver kita yang katanya mau mengawal wanita-wanita ini kasihan nanti kalau kenapa-napa. Padahal kita tidak dikawal juga tidak masalah, sudah biasa jalan seperti ini. Dan benar saja, yang menyusahkan malah drivernya. Baru jalan sekitar 15 – 20 menit dia mulai kewalahan dan minta berhenti dulu istirahat sambil teriak “Hei stop please jalannya pelan-pelan capek banget aku, nafasku sudah tidak kuat ini”. Saya dan teman-teman bukannya bantuin, malah ketawa geli karena ingat diawal bahwa dia akan ikut untuk mengawal kita. Tetapi kenyataannya malah yang kecapekan dia sendiri.

Lalu guide nya bilang ke driver “Ya sudah kamu istirahat saja dulu, saya tungguin memangnya kamu sudah pernah belum ke waerebo? yang lain jalan duluan pelan-pelan ya.”

Driver jawab “Belum pernah saya ke waerebo, ini kali pertama saya”.

Saya jawab “Ya elah kirain mau ngawal, karena sudah pernah ke waerebo ternyata belum. wkwkwkwk”

Ok, kita lanjut perjalanan dan ritme jalan saya sepertinya menurut saya pelan, tetapi katanya terlalu cepat. Gimana ya susah juga, hari semakin malam dan gelap dan trek yang kita lalui ada jurang, jadi harus berhati-hati dan kita hanya mengadalkan lampu penerangan dari HP saja karena lupa bawa headlamp. Tidak terasa 1.5 jam berlalu, akhirnya kita sudah sampai di post tempat untuk membunyikan kentongan tanda bahwa kita akan memasuki waerebo. Hore cepetkan kita jalannya, apalagi kalau driver tidak ikut mungkin bisa lebih cepat lagi. Kata guide nya ini adalah kali pertama bawa tamu, yang trekkingnya cepat dan malam pula.

20161226_094851

Kentongan di Pukul tanda untuk warga waerebo bahwa akan ada tamu

Ini fotonya saya pakai yang siang hari, karena malam hari gelap tidak terlihat sama sekali. Dari sini sudah dapat terlihat desa waerebo. Setiap tamu yang datang ke waerebo wajib untuk membunyikan kentongan ini, untuk menandakan bahwa akan ada tamu yang datang ke waerebo dan warga waerebo bersiap untuk menyambut.

Kentongan dibunyikan, dan kita lanjut perjalanan menuju waerebo. Oh my God, i can’t wait for this. Selamat datang di Waerebo penuh pesona

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Waerebo di Pagi hari

Dan sampailah kita di waerebo, sampai disini kita langsung menuju rumah tetua untuk meminta ijin tinggal dengan diawali ritual adat. Selama proses ritual adat ini belum berjalan, kita tidak diperkenankan untuk melakukan apapun di waerebo termasuk take picture ya guys. Saat ritual, asli suasanya kenapa jadi berasa mistis, apalagi tiba-tiba pintu rumah terbuka sendiri antara terbuka oleh angin atau saat tetua membacakan mantra-mantra. Entahlah saya kurang paham, selesai ritual kita berkenalan dengan tetua dan di antar ke rumah khusus yang digunakan oleh tamu untuk menginap.

Ternyata di rumah tempat tamu menginap ramai sekali, banyak tamu lainnya ada yang dari luar negeri atau juga dalam negeri dan saat itu mereka sedang makan malam. Dan kita pun langsung dihidangkan makan malam agar makan bersama-sama. hihi Ok lah kita makan, capek juga habis trekking.ย  Menunya sederhana ada ayam goreng, telur, dan sayuran tapi asli deh itu enak banget apalagi telurnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Suasana Rumah untuk Tamu Menginap

Selesai makan acara bebas, saya mandi dan yang lainnya keluar sebentar lihat suasana malam dan banyak bintang-bintang cantik. Sementara tamu lain ada yang sudah tidur, disini dingin sekali mandi saja kaya mandi pakai air es. #lebay

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Makan dulu kita, Nasi banyak amat

Oia, untuk menginap di waerebo ini setiap orang dikenakan biaya sekitar Rp. 300.000 ya sudah mengcover makan selama di waerebo untuk 2 hari 1 malam, tempat tidur, bantal, dan selimut.

Sampai disini dulu ya teman petualangan hari ini, sampai jumpa besok. Good nite zzzzz

Bali : Liburan Penuh Perjuangan

Setelah sehari sebelumnya puas dengan foya-foya, hari ini kita siap-siap packing untuk perjalanan selanjutnya, tapi penerbangannya masih sore jam 4 itu pun selalu di SMS oleh Garuda karena jadwal penerbangannya berubah-ubah terus ada 5 kali perubahan dalam waktu 24 jam. Can you imagine? Pokoknya saya ikuti jadwal yang terakhir di sms Garuda ke saya saja yaitu pukul 4 sore.

Jadi masih ada waktu untuk jalan-jalan dan ketemu teman semasa kuliah saya, pagi-pagi kita cari JNE dulu untuk kirim baju-baju kotor dan yang tidak akan terpakai, jadi meringankan beban.

Pukul 10.00 saya dijemput teman kuliah saya, untuk selanjutnya pergi mencari makan. Pilihan jatuh kepada Ayam betutu gilimanuk. Pasti pesannya saya ayam lah ya, untuk rasanya sih menurut saya biasa saja, tidak ada yang istimewa ya. Tapi saya bingung kenapa ramai sekali restaurant itu.

ayam-betutu-gilimanuk.jpg

Seperti ini Penampakannya

Setelah kenyang, kita lanjutkan perjalanan ke Pia Legong yang mau Pia ini ya temen saya sebetulnya. Ngidam kayanya. hehe

Karena masih pagi dan bukan weekend, jadinya tidak terlalu antri dan boleh beli mix. Jadi saya ikutan beli juga yang coklat dan keju.

img_3293.jpg

Pia Legong Rasa Coklat & Keju

Setelah dari Pia Legong, kita mampir ke mall yang tidak jauh dari bandara. Disini kita hanya duduk ngobrol saja sambil menunggu jam boarding saya. Akhirnya sudah pukul 14.30 saya diantarkan ke bandara ngurah rai untuk melanjutkan perjalanan dari Denpasar ke Labuan Bajo dengan pesawat pukul 16.00.

Saya check-in dan menunggu teman saya baru masuk gate, di gate kita santai menunggu di panggil untuk naik pesawat. Tapi ternyata yang terdengar adalah pengumuman bahwa penumpang diharap ke bagian informasi dan pesawat delay sampai pukul 18.00. Yah mulai deh drama pesawat, sampai-sampai saya sudah eneg liat snack yang diberikan garuda. haha Lalu saya langsung WA Stev, kalau pesawat kita delay sampai pukul 18.00 kita bisa bertemu lagi di bandara.

Akhirnya kita bertemu kembali di bandara, dan saling cerita mulai dari makanan, film, dll. Dan pukul 18.00 pun tiba, dan Stev bilang “Bukannya kalian flight jam 18.00, ayo cepat nanti ketinggalan.” Lalu kita lihat ke layar pengumuman dan ternyata “CANCEL”. Sedih asli, tidak ada pemberitahuan dari pihak bandara bahwa cancel, hanya di tulis di layar saja itu cancel, dan saya langsung menghubungi customer center untuk memastikan bahwa benar cancel. Dan ternyata benar adanya cancel, dan ditunda sampai besok. Stev bilang “Ya sudah kalian senang-senang lagi di Bali, kita foto dulu yu”. Akhirnya kita foto-foto dengan Stev dan say byebye entah kapan kita bertemu lagi y Stev.

DSC_0828

MisJen, Stev & Me

Lanjutlah saya hubungi customer service GA dikantornya di bawah di dekat tempat pengambilan bagasi, ternyata sudah ramai penumpang yang complaint, marah-marah, bete, sebel, kesel. Kalau aku sih ya cuma nanya baik-baik saja, karena sudah malas marah-marah dengan keadaan yang merasakan liburan penuh perjuangan sejak beberapa hari sebelumnya. Yang paling seru adalah serombongan keluarga yang akan mengadakan komodo tour besok hari, si Bapak marah-marah ke bagian CS GA “Saya ini besok sudah ada tour, sewa kapal berapa ribu euro, malam ini sudah booking hotel. Kalau cancel kaya gini kan, saya rugi bla bla bla bla. Saya minta GA tanggung jawab, mau ganti rugi semua tour saya? bla bla bla bla”

Orang GA hanya jawab “Kami hanya menghandel bagian tiket saja Pak, untuk segala kerugian Bapak dapat langsung ke kantor penjualan tiket GA dan membawa semua bukti kerugian Bapak, dan nanti akan ditindaklanjuti untuk penggantiannya. Sekarang Bapak saya antar ke hotel untuk istirahat dahulu, dan tiket untuk besok akan kami antar setelah selesai proses reservasi.” Asli sih emang customer service itu harus sabar walaupun sudah di maki-maki sama penumpang. hehe

Terus saya ngobrollah sama Bapak yang marah-marah itu, saya hanya bilang “Iya Pak, cuaca memang sedang tidak baik juga, jadi penerbangan sedikit terhambat, saya sudah tour dari komodo sampai terdampar di sumbawa, lanjut ke bali, penerbangan cancel. Jadi ya pasrah saja saya Pak, sudah capek mau marah-marah juga. Semoga besok kita semua bisa terbang ke labuan bajo y”.

Terus Bapak nya langsung diam, tidak banyak bicara lagi dan langsung jalan menuju hotel dekat bandara waktu itu novotel bersama-sama dengan saya diantar oleh CS GA.

novotel

Kamar kita Malam ini @ Novotel Ngurah Rai Airport

Info dari CS GA, penerbangan saya akan dialihkan besok dengan GA jam 10.00, yang sebelumnya dijanjikan dengan GA jam 08.00 dan ternyata full. Sampai di hotel, dapat sms dari GA bahwa penerbangan saya di geser ke 13.00. Saya hubungi CS GA lagi, saya hanya pesan “Terserah GA bagaimana caranya, yang pasti saya harus sudah sampai labuan bajo sebelum pukul 12.00. Karena saya besok sudah ada tour dan harus berangkat”. CS GA jawab “Baik, akan kami usahakan y”.

Lalu saya makan malam, saat makan malam beberapa penumpang lain yang menginap di hotel yang sama dengan saya bertanya ke saya “Mbak katanya kemarin kena badai y? jadi penerbangannya banyak berubah”. Saya jawab “Iya Pak, tapi ya mau gimana lagi demi keamanan juga kan y”. Bapaknya bilang “Iya Mbak, saya ini uda hari ke 2 disini, mending Mbak minta flight pagi biar berangkat, saya selalu dapat yang malam jadi cancel terus. Padahal saya mau natalan sama keluarga eh malah jadi natalan di hotel sendirian.” Saya jawab “Iya Pak, saya sudah bilang sih ke CS nya” sambil mikir aduh kalau besok cancel lagi pulang jakarta saja deh ini, atau stay di bali saja tidak usah liburan lagi. #hopeless

Tiba-tiba CS GA datang menghampiri saya, dan menginformasikan penerbangan untuk besok, saya akhirnya dialihkan ke maskapai lain dengan wings air flight jam 08.00 pagi hari. Alhamdulillah ya akhirnya bisa flight, tapi tetap deg-degan takut cancel dan ini kali pertama naik ATR plus maskapainya wings air. Bismillah ya

Ok sekian cerita hari ini, karena saya lanjutkan untuk tidur dan istirahat. Sampai jumpa di kisah selanjutnya. See you at Labuan Bajo ^_^

 

 

 

 

 

Bali : Liburan karena Terdampar

Ok, kita lanjut kisah setelah kegagalan sailing komodo akhirnya kita ber4 (Saya, MisJen, Sid & Stev) terdampar di Bali. Kenapa akhirnya kita memutuskan flight dari Bima ke Bali? Karena Bali paling dekat dan paling banyak alternative flight jika kita akan lanjut ke tempat tujuan lainnya.

Saya dan MisJen : Besoknya akan lanjut flight ke Labuan Bajo

Stev : Besoknya lanjut flight ke Yogyakarta

Sid : Sementara belum ada rencana, akan stay di Bali beberapa hari

Tapi yang penting kita ber4 sudah aman dari Bima, setelah check in, mandi dan istirahat sebentar. Kita lanjut cari makan, kita sengaja mencari hotel di kuta agar mudah kemana-mana. Akhirnya siang itu kita makan mewah di “Dulang Kafe kuta“. hihi

Menu yang saya pesan adalahย Mama Chicken Noodle with Wonton, uwoh porsinya large tapi itu rasanya seperti surga. Enak banget pokoknya, sambil makan kita diskusi setelah ini kita kemana y. Lalu Sid bilang “Aku dapet sms nie, buy 1 get 1 ice cream cold stone ada di mall discovery”. Kita jawab “Ok kita kesana beli es krim”, selesai makan kita jalan ke discovery hanya untuk beli es krim dan diperjalanan sepertinya enak kalau kita nonton waktu itu film yang lagi happening soal super hero tapi lupa judulnya kelamaan nulis blog nya. Akhirnya kita pergi nonton di mall “Beach Walk” di XXI nya dan kita nonton premier class, gaya banget kan kita harga tiketnya seorang Rp.150.000 ya kalau tidak salah. Karena nonton nya masih jam 7 malam, kita putuskan untuk nongkrong di Velvet Hypnotize di beach walk yang langsung view nya pantai.

1de

Inilah Sunset Sore itu

Selesai sunset lanjut kita nonton, disini di traktir Stev karena dia baru di promote kantornya. Congrats Stev

Begitu masuk bioskop premier, Stev terkagum-kagum dengan bioskopnya karena di Australia tidak ada bioskop seperti ini. Tempat duduknya diatur seperti layaknya kursi business class pesawat, diberikan selimut, sayang makanannya tidak free kata Stev. hehe

Selesai nonton, saya lansung pulang ke hotel untuk istirahat karena besok saya akan bertemu teman dekat saya. Sedangkan yang lain lanjut mencari makan malam. Happy for today pokoknya, akan ada drama lainnya setelah ini. see you

Kisah Kegagalan Sailing Komodo

Hari ini pagi-pagi sekali kita datang ke dermaga untuk petualanga selanjutnya, kita sengaja jam 5.30 sudah stand by di dermaga karena akan menggunakan kapal umum untuk menyebrang ke pelabuhan bangsal, dan harga tiketnya berapa? murah banget Rp. 15.000 (kalau tidak salah). Kapalnya besar cukup untuk 50 orang sepertinya. Seperti ini penampakan kapalnya.

DSC_0703

Kapalnya nyaman kok

Nah inilah kapalnya, yang nyaman dengan harga murah waktu tempuh sekitar 45 menit tapi ya worth it. Beli tiket langsung saja ke penjualan tiket resmi, jangan percaya dengan orang yang menawarkan tiket-tiket tidak jelas ya.

Dari pelabuhan bangsal kita dijemput dengan bus oleh tour yang akan membawa kita untuk wisata sailing komodo. Di Bus ini yang warga lokal hanya kita berdua dan 2 orang lainnya, sisanya dari 20 orang adalah warga asing.

DSC_0710

Ini kita mau makan siang di Bis

Beginilah suasana Bis yang isinya warga asing dan kita santap siang yang diberikan tour yaitu nasi goreng, dan mereka berkomentar “Nice”. hehe pada rasa nasi goreng ini micin banget.

Sampailah kita di dermaga dan langsung menuju kapal, kapalnya hmmm tidak mau banyak komentar saya.

DSC_0712

Kita yang masih Jaim sama bule

Semua terlihat baik-baik saja bukan? kisah selanjutnya langsung berubah seiring berubahanya cuaca dengan gelombang besar dan angin yang kencang. Asli ngeri banget, harusnya hari pertama kita bisa lihat sunset tetapi gagal karena mendung.

Hari kedua kita akan mampir ke pulau moyo, karena gelombang tinggi kita tidak bisa bersandar akhirnya buat yang mau tetap ke air terjun moyo silahkan berenang sendiri dari kapal yang jarak nya sekitar 20 meter. Tapi ya kita di kapal saja, asli serem banget deh liat gelombang yang super tinggi, tapi bule-bule itu tetap nekad berenang dan ternyata mereka hanya sebentar mungkin sekitar 40 menit sudah kembali lagi.

Yang lucu ada namanya Sid, dia warga India diantara kita semua yang paling ingin lihat air terjun adalah Sid tapi dia ketiduran dan tidak ada yang tahu kalau dia tidur. Begitu bangun, dia bertanya “pada kemana?”. Saya hanya jawab “sudah pergi ke air terjun moyo”, dan dia nekad juga mau nyusul tapi nakhoda kapal tidak mengijinkan karena bahaya. Dan benar saja setelah mereka kembali, mereka cerita kalau berenang tadi itu sangat mengerikan dan air terjun nya biasa saja kecil. Jadi tidak rugi lah kita kesana yang penting nyawa masih aman.

Hari berikutnya kita mampir di pulau satonda, disini kita bisa snorkeling tapi ya biasa saja masih bagusan kepulauan seribu. Dan kengerian wisata ini di mulai dimana gelombang, angin, hujan bersatu dengan derasnya. Kapal tidak berani berlayar karena bahaya, dan pelabuhan di Sape pun sampai di tutup beritanya semua kapal tidak boleh berlayar pada saat itu, saya dan mis jen cuma bisa bengong karena besok kita ada flight ke Ende dari Labuan Bajo.

Harusnya hari ke empat kita sudah sampai di Labuan Bajo, lalu kita bertanya kepada nakhoda kapal (NK)

Me : Masih jauh tidak sampai labuan bajo?

NK : Dibutuhkan waktu 2 hari 1 malam untuk sampai jika cuaca cerah

Me : Sudah pasti jalan tidak besok pagi?

NK : Belum tahu, tergantung cuaca saja kalau ini

Me : Kalau gitu besok pagi antar saya menepi untuk lewat jalan darat saja menuju pelabuhan sape

NK : Ok besok kita antar kesana

Me : Bagaimana dengan tour kami? ada kompensasi tidak?

NK : Harus ditanya ke owner tournya dulu

Me : Saya langsung hubungi si owner tour minta besok dicarikan kendaraan ke pelabuhan sape dan kompensasinya apa jika seperti ini

TR : Mereka menyanggupi untuk mencarikan kendaraan dan memberikan kompensasi

Me : Jadi besok yang akan pulang ada 4 orang

Langsung di kapal terjadi keributan antara kita, semua sedih dan ingin pulang rasanya karena ini taruhannya nyawa jika cuaca sudah begini. Semua sudah punya agenda masing-masing di hari ke-4 dengan jadwal flight yang sudah dibeli tiketnya, ada yang pulang ke jerman 4 orang, ada yang flight ke vietnam 2 orang, ada yang ke new zealand 1 orang, ada yang ke thailand 1 orang, 2 orang ke US. Pokoknya hari itu seru banget, kita semua marah-marah sama nakhoda, tour guide, dan travel agent nya.

mtf_SSKyM_9916.jpg

Badai Gelombang Tidak Masalah, Selama ada Bir

Akhirnya ada 3 orang yang minta diantar hari itu juga yang akan ke vietnam dan thailand. Terus kita semua sedih, malam hari untuk menghibur diri semua nyebur kelaut dalam keadaan gelap. Sedangkan saya, untuk bisa tidur nyenyak saya minum antimo karena ngeri dengan gelombang dan angin yang kencang di tengah laut asli itu serem banget deh.

Akhirnya besok pagi pun tiba, kita mulai di angkut dengan kapal kecil untuk menyebrang ke tepi pantai. Satu kapal isi 4 orang dengan beberapa barang, dan akhirnya semua yang tersisa ikut pergi juga menuju pesisir pantai.

mtf_SSKyM_9918.jpg

Para Pejuang Yang Akhirnya Menyerah

Dan tour guide kita mencarikan kendaraan lama sekali, kita menunggu hampir 2 jam baru kendaraan itu tiba. Karena kita yang dari awal sudah book, jadi kita jalan lebih dulu. Di perjalanan supirnya bercerita, bahwa kota Bima sejak semalam banjir bandang dan semua pemukiman hancur sampai mati listrik dan tidak ada sinyal, belum tahu ini kita bisa lewat atau tidak ke pelabuhan sape.

Akhirnya sampailah kita di bandara kota Bima, untuk drop 2 orang teman kita yang akan ke US. Kita ber4 (Saya, Mis Jen, Sid, dan Stev) melanjutkan perjalanan ke pelabuhan sape. Sepanjang jalan memang benar kota Bima saat itu hancur karena banjir, semua warga membersihkan rumahnya masing-masing dan ada tanah yang longsor juga sehingga harus menggunakan jalan alternative. Dan akhirnya sampailah kita di pelabuhan sape.

Sesampainya disana, saya langsung menuju ke loket tiket penjualan tiket kapal dan ternyata masih tutup. Lalu saya tanya ke orang yang ada di pelabuhan itu biasanya buka jam berapa? jawabnya”1 jam sebelum kapal berangkat”. Saya lihat di loket ada pengumuman mengenai perkiraan cuaca dari BMKG dan juga pengumuman mengenai kapal kapan berlayar. Karena penasaran saya masuk ke kantor pelabuhan, ada 1 petugas yang saya hampiri dan hanya satu-satunya. Saya tanya,

Me : Pak apakah hari ini kapal akan jalan ke labuan bajo?

P : Belum tahu mbak, karena tadi yang siang saja baru jalan 30 menit langsung balik lagi karena gelombangnya parah

Me : Lalu kalau besok pagi?

P : Saya tidak bisa memastikan mbak, karena cuaca memang sedang tidak baik dan tidak disarankan untuk berlayar

Me : Baiklah kalau begitu

Pasrah dan saya bilang sama mis jen, kalau gini sih pilihannya kita balik lagi ke bandara untuk flight kemana saja yang penting keluar dari pulau ini. Alternative flight ke Bali. Sementara di ujung pelabuhan teman-teman bule kita yang ber 14 orang sedang di kerumuni oleh calo-calo kapal pribadi yang menawarkan menyebrang ke labuan bajo dengan harga yang tidak masuk akal. 20 juta untuk 20 orang, bisa sharing dengan penumpang lain. Lalu saya bertanya dong dengan calo-calo itu,

Me : Memang apa jaminannya bisa sampai ke labuan bajo?

C : Pasti sampai mbak, karena kapalnya besar dan kita sudah biasa

Me : Lah kapal fery saja tidak bisa berlayar, kenapa Bapak berani?

C : Kita lewat pinggiran tidak lewat tengah

Me : Harganya 20 juta mahal banget itu

C : Iya kan mbak sharing dan mbak mau berapa deh berani nya

Me : Saya diskusikan dulu dengan mereka (teman-teman bule 14 orang)

Lalu saya diskusikan ke mereka dengan kondisi cuaca, harga kapal, dan semua resikonya. Dan keputusan saya akan kembali ke bandara untuk mencari flight ke Bali sore itu, apakah akan ada yang mau joint? Ternyata 12 orang bule tetap bertahan di pelabuhan berharap besok bisa berlayar dengan fery. Saya, Mis Jen, Sid dan Stev akhirnya berpisah dengan mereka. Kita ber4 sewa kendaraan untuk mengantar kita ke kota bima lagi untuk ke bandara.

IMG_20161227_073750_668

Kami yang Terdampar

Sampai di bandara jam 5 sore dan bandara tutup sudah tidak ada flight lagi, y maklum juga sih karena bandaranya kecil sama terminal lebak bulus juga lebih besar terminal lebak bulus. Akhirnya kita cari penginapan sekitar bandara, dan ternyata penuh semua karena orang-orang yang kena banjir mengungsi ke hotel semua. Sedih sudah malam jam 7 belum dapat penginapan, akhirnya kita cari kos-kosan saja yang disewa sehari kalau tidak dapat juga kita tidur di mesjid. Untungnya supir nya baik, mau antar kita kemanapun sampai dapat tempat untuk tidur. Iyalah kan di bayar ya. haha

Akhirnya ada satu orang mahasiswi yang menawarkan kita untuk menginap di kosannya katanya ada kamar kosong 1, dan ketemu sama pemilik nya tapi ternyata sedang tidak ada. Akhirnya kita istirahat dulu di kamar mahasiswi itu ber5 di kamar, sambil menunggu kunci diantar oleh pemilik. Tapi sampai jam 11 malam tak kunjung tiba pemiliknya.

Malam itu, kita semua keluar cari sinyal untuk beli tiket online untuk flight paling pagi ke Bali. Sedih banget pokoknya, akhirnya semua sudah pegang tiket dengan mencari sinyal sambil jalan cari makan malam yang hanya ada nasi goreng. haha

DSC_0770

Mahasiswi baik hati yang kita porak porandakan kosannya

Setelah itu kita tidur ber5 di kamar yang kecil, bayangkan ya kamar kosan sebesar apa. Sid dan Stev badannya gede banget lagi, tapi ya sudahlah. Subuh-subuh saya mandi duluan, ternyata kamar mandi pintunya rusak jadi tidak bisa di tutup tapi y sudahlah karena sudah tidak tahan akhirnya mandi dengan pintu terbuka. Bismillah saja dan ini lah kami setelah siap-siap pagi hari menuju bandara.

Kita ke bandara menggunakan delman, karena disini susah kendaraan. Saya hanya bertanya “ini delman cukup untuk ber4? secara Sid & Stev kan badannya besar bawaan kita banyak”. Tapi ternyata cukup, dan ongkosnya berapa? 10 ribu, tapi tidak tega y kita berikan 25rb.

DSC_0771

Muka-Muka Norak naik Delman ke Bandara

Sampai di bandara, kita check in dahulu dan mencari makan di cafe dekat bandara. Sementara saya sibuk mendatangi kantor customer service garuda yang ada di bandara itu untuk menanyakan flight saya yang hari ini bisa di reschedule ke besok. Dan alhamdulillah y allah bisa, karena memang cuaca sedang tidak baik banyak flight yang ditunda.

DSC_0772

Orang Stress di Bandara ngurusin tiket dan nasib liburan selanjutnya

Akhirnya kita di panggil untuk boarding, asli ini pertama kali saya naik ATR dan Lion karena yang paling pagi hanya ini. Garuda banyak yang ditunda flight nya karena cuaca, tapi kenapa Lion tetap jalan y? Ya sudahlah bismillah

Waktu ditempuh 45 menit dari Bima ke Denpasar dengan pesawat, dan sampailah kami di bandara international ngurah rai, asli itu happy banget karena kita sudah terlepas dari segala bencana yang melanda. Langsung saat itu juga saya book flight ke Labuan bajo untuk besok.

mtf_SSKyM_9920.jpg

Sid & Stev di Bandara Ngurah Rai

Kebetulan di bandara ada iklan wonderful indonesia gambar komodo, refleks Sid & Stev minta foto dengan komodo. Untuk mengobati kekecewaan yang tidak bertemu komodo aslinya karena cuaca. Sedih ya.

Akhirnya setelah ambil bagasi, pesan taxi dan diperjalanan baru book hotel dan langsung check in hotel.

Kita semua mandi dan istirahat dahulu, sudah dulu y guys ceritanya, nanti dilanjut di cerita selanjutnya. Happy ending in Bali. Muach